Menag Lepas Kloter I:Jemaah Haji Harus Pahami Kondisi Kedaruratan

Kamis, 20 September 2012 –

Foto

Jakarta(Pinmas)— Menteri Agama Suryadharma Ali minta kepada jemaah haji untuk memahami kondisi kedaruratan dalam menjalankan ibadah di tanah suci, khususnya pada puncak ritual haji di Mekkah.

Karena itu tak ada jalan lain, yaitu harus meningkatkan kesabaran selama berada di tanah suci, katanya tatkala melepas kelompok terbang (Kloter) pertama jemaah haji JKG I dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Jumat (21/9).

Ikut melepas Kloter pertama nasional itu antara lain Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Ketua Komisi VIII DPR Ida Fauziah, Dirut PT Garuda Emirsyah Satar, para pejabat dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM.

Ia menjelaskan, yang dimaksud kondisi kedaruratan adalah memahami keadaan yang berbeda dengan di tanah air. Jika di tanah air untuk mandi dapat dilaksanakan tanpa mengantri, justru di sana harus menyesuaikan diri dengan antri.

Juga jika di tanah air masuk mobil dibukakan, tapi di sana bisa terjadi saling berebut. Juga ketika makan. Di Madinah dilayani, tapi di Mekkah cari sendiri. Apalagi ketika puncak haji. Saling desak masuk Masjidil Haram dan terinjak orang dari negara lain bisa terjadi. Kondisi kedaruratan semacam ini harus dipahami dengan cara meningkatkan kesabaran, kata Menag.

Ia mengatakan, pemerintah telah berupaya meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji di Arab Saudi. Terutama pondokan di Mekkah. Tapi untuk musim haji 2012 ini upaya mendekatkan pondokan dengan Masjidil Haram tak bisa dilakukan lagi seperti tahun lalu.
Pasalnya, pondokan haji yang dulu berjarak 2,5 km dinilai terjauh kini tergolong paling dekat. Hal ini sebagai konsekuensi dari dampak perluasan Masjidil Haram. Bangunan hotel terdekat sudah tak ada lagi karena dibongkar.

Terkait dengan hal itu, ia minta jemaah haji untuk tidak merasa ragu mendatangi pusat kesehatan haji bila merasa tak sehat. Di sana pelayanan kesehatan beroperasi selama 24 jam. Menjaga kesehatan amat penting. Jangan sayang dengan uang untuk membeli buah-buahan dan makanan lain.

“Uang jangan disayang hanya karena untuk membeli oleh-oleh,” kata Menag yang disambut tawa hadirin.

Pada akhir pengarahannya Menag mengimbau kepada jemaah haji untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada di tanah suci. Menjaga kehormatan bangsa amat penting selama menunaikan ibadah haji.

Usai menutup pengarahan, Menag Suryadharma Ali memimpin seluruh jemaah membaca talbiah bersama-sama.(ant/ess)

    Bagikan    


Berita Terkait



Facebook  RSS  Twitter
©2011 Kementerian Agama Republik Indonesia