Sabtu, 29 Juni 2013 –
Negara Harus Mengembangkan Pesantren

Gorontalo (Pinmas)— Negara harus berperan dalam pengembangan pondok pesantren. Sebab, pesantren mempunyai peran yang sangat penting dalam mempertahankan negara.

“Negara harus berperan dalam pengembangan pesantren,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Nur Syam, saat membuka acara Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren dan Tokoh Pendidikan Islam, di Maqna Hotel, Gorontalo, Sabtu malam (29/6).

Lebih lanjut, Nur Syam menjelaskan bahwa peran, fungsi, dan posisi pesantren di Tanah Air di tengah-tengah sosial politik, mempunyai beberapa fase dalam perjalanan sejarahnya. “Fase pertama adalah pesantren sebagai lembaga yang mengembangkan tafaqquh fiddin,” ujarnya.

Sebab, lanjut mantan Rektor IAIN Surabaya, pesantren merupakan lembaga yang mengembangkan ilmu agama. Meski demikian, justru pada fase ini muncul gagasan yang hebat, yaitu lahirnya rosolusi jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari. “Resolusi jihad justru lahir pada era ini,” tandasnya.

Fase selanjutnya, lanjut Nur Syam, pesantren memasuki era masuknya ilmu-ilmu umum. Hal ini ditandai salah satunya dengan masuknya bahasa asing dalam kurikulum pesantren, selain mengembangkan ilmu tafaqquh fiddin. “Semacam fase dominasi ilmu umum, hal ini sangat kentara di pesantren dan ini menjadi hal yang saat mendasar” paparnya.

Fase berikutnya ialah fase di mana ada kesadaran baru yang ditandai adanya keinginan kuat melakukan ‘program integrasi ilmu’ yang ada di pesantren dan madrasah.

Selain itu, dalam sambutannya, Dirjen Pendis juga berharap dalam halaqah ini tidak terlalu banyak menghasilkan rekomendasi. “Paling banyak tiga rekomendasi, yang penting bisa diwujudkan. Tingkatkan anggaran pondok pesantren, itu yang penting,” kelakarnya. (Sholla/M30)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.014294 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.4
Jumlah pengunjung: 11783349
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013. Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.