Jumat, 19 Juli 2013 –
Ini Kebijakan Baru Kemenag terkait Pendidikan

Jakarta (Pinmas) —- Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Bahrul Hayat menegaskan bahwa setidaknya ada 4 kebijakan baru Kemenag terkait dengan pendidikan yang akan ada pada tahun ini dan akan diteruskan pada 2014. Penegasan ini disampaikan Bahrul dalam acara buka puasa bersama di kediamanya, Jl. Brawijaya 11, Jakarta Selatan, Jumat (19/07).

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Staf Khusus Menteri Agama Guritno Kusumo Dono, Staf Ahli Bidang Kerukunan Abdul Fattah, Dirjen Bimas Islam, Dirjen Bimas Kristen, Dirjen Bimas Katolik, Dirjen Bimas Buddha, Irjen Kemenag, dan para pejabat Eselon II, III, dan IV pada Sekretariat Jenderal Kementerian Agama. Hadir pula para mantan pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama yang sudah memasuki purnabhakti.

Menurut Bahrul, kebijakan baru pendidikan yang ada pada tahun ini dan akan dilaksanakan pada 2014 adalah Pendidikan Menengah Universal (PMU). Bahrul menjelaskan bahwa PMU merupakan program perluasan akses pendidikan untuk MA dan SMA.

Kebijakan lainnya adalah yang terkait dengan implementasi kurikulum. Menurut Bahrul, kurikulum 2013 di madrasah akan mulai diimplementasikan pada tahun ajaran 2014-2015. “Kemenag akan menyelenggarakannya secara serentak di semua kelas 1, 4, 7, dan kelas 10,” jelas Bahrul.

“Tahun ini kami konsern betul pada kesiapan guru. Pelaksanaannya akan 100% kelas 1,4,7,dan 10 tahun depan,” imbuh Bahrul.

Namun demikian, Bahrul menyatakan bahwa tugas Kemenag ada juga yang terkait dengan sekolah. Menurut Bahrul, setidaknya ada 6.250 sekolah yang ditetapkan Kemendikbud untuk menerapkan kurikulum 2013 dan di dalamnya ada guru agama. “Karena Kemendikbud melaksanakannya tahun ini, maka guru agamanya pun ikut,” terang Bahrul.

Kebijakan lainnya, lanjut Bahrul, kita mentargetkan tahun ini dan ke depan tetap konsisten untuk mengalokasikan anggaran 40% beasiswa miskin. “Kalau Kemendikbud pada kisaran 25%, Kemenag menganggarkan pada angka 40% rata-rata,” jelas Bahrul.

“Jadi setiap madrasah, termasuk swasta, 40% dari seluruh siswanya yang masuk kategori miskin akan diberi beasiswa, dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) sampai Perguruan Tingga Agama (PTA),” tambah Bahrul.

Lebih dari itu, kata Bahrul, Kemenag telah menyediakan 75.000 beasiswa untuk seluruh PTA. “Ini diluar bidik-misi,” tegas Bahrul.

Kepada para wartawan, Bahrul juga menjelaskan bahwa tahun ini, Kemenag mentargetkan untuk membangun sekitar 12 Madrasah Aliyah Insan Cendekia (MAN IC) baru di beberapa provinsi. “Ini semua dari sekolah baru karena kita ingin mimpi baru. Pemda dan Masyarakat banyak yang mau mewakafkan tanah. Luar biasa kemauan mereka untuk membantu.” Terang Bahrul.

Disinggung tentang prestasi madrasah yang tidak terlalu terdengar gaungnya, Bahrul mengatakan bahwa masalahnya terletak paada potret prestasi madrasah yang masih jarang diungkap saja. Ditambah lagi, lanjut Bahrul, persepsi publik masih menganggap bahwa kualitas madrasah seolah-olah lebih rendah.

Bahrul menegaskan bahwa anggapan seperti itu keliru. Menurutnya, madrasah terus mengukir prestasi yang memusakan. Sebagai contoh, untuk tahun 2013, Bahrul mengungkap beberapa fakta berikut:

1. MAN IC Serpong menduduki ranking kedua secara nasional untuk seluruh SMA dan MA2. Kompetisi UIN Jakarta di bidang sainstek, telah masuk pada 10 terketat pada perguruan tinggi negeri, termasuk perguruan tinggi Kemendikbud. Perbandingan siswa yang ingin masuk Fakultas Kedokteran UIN Jakarta adalah 1:95. “Ini yang tertinggi dari kompetisi di perguruan tinggi umum,” ujar Bahrul.3. MAN Malang menduduki rangking 1 dalam seleksi di Jepang4. Hasil UN MTs lebih baik dari SMP

(mkd)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.012336 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 12048350
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013. Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.