Minggu, 23 Desember 2007 – Haji
Permohonan Tanazul Berdatangan ke Yanpul

Mekkah, 28/12 (Pinmas)— Sampai empat hari masa pemulangan jamaah haji  ke Indonesia, sudah banyak dari mereka yang mengajukan  permohonan untuk pemulangan dini (tanazul). Sekitar 255 orang jamaah tengah diproses permohonannya untuk dimasukkan ke dalam penerbangan, baik dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia (GI), maupun Saudi Arabian Airlines (SAA).

``Permohonan yang masuk ke kita sudah ada 255 surat tanazul. Kita tengah memprosesnya dan kita carikan kursi, baik di GI atau SAA,`` kata Haryadi, bagian tanazul Daerah Kerja Makkah, di Wisma Haji Indonesia, Aziziah, Makkah, Arab Saudi, Kamis (27/12). Menurutnya, tanazul merupakan sarana untuk jamaah yang ingin pulang ke Tanah Air lebih dulu dari jadwal yang ditentukan baginya untuk kembali. Tentunya, ada beberapa alasan yang diizinkan untuk melakukan tanazul. ``Sebenarnya, tanazul itu ditujukan untuk jamaah yang sakit. Namun, pada kenyataannya, selain itu, ada pula jamaah yang sehat yang mengajukan tanazul ini,`` sambungnya. Jamaah yang sakit diutamakan untuk mendapatkan tanazul ini. Untuk mendapatkan tempat dalam tanazul tersebut, tambahnya, jamaah sakit itu perlu mendapatkan surat dari Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) dan Rumah Sakit Arab Saudi (untuk Saudi Airlines) atau dokter bandara (untuk Garuda Indonesia). Bagi jamaah yang sakit, selain surat rekomendasi dari tim medis, perlu juga diketahui soal kondisi sakitnya itu. ``Kalau dia bisa duduk, maka seat yang disediakan adalah untuk satu orang, sama dengan penumpang lainnya. Tapi, kalau yang sakit itu hanya bisa dalam posisi tidur atau terbaring, maka perlu kursi yang lebih banyak,`` imbuh petugas yang senior di bidang pelayanan pemulangan (Yanpul) jamaah haji ini. Bagi jamaah yang hanya mampu untuk tidur, maka kursi yang dibutuhkan untuknya adalah tiga unit. Itu bila penerbangan yang digunakan adalah Garuda. Kalau di SAA, kursi yang disediakan untuk jamaah tersebut mencapai 6 unit yang bisa disatukan menjadi sebuah ranjang (stretcher-case). ``Sampai hari ini, kita masih belum mendapatkan permohonan tanazul untuk jamaah yang kondisinya seperti itu.`` Proses permohonan tanazul itu tergantung kepada maskapai penerbangan apa yang digunakan. Kata Haryadi, kalau menggunakan Garuda, permohonan bisa kapan saja diajukan, umumnya satu hari sebelumnya. Tapi, itu pun tergantung pada ruang kosong yang ada di penerbangan tersebut. Kalau untuk Saudi Airlines, permohonannya diajukan empat hari sebelumnya. ``Permohonan itu sudah berdatangan sebelum jadwal pemulangan itu dimulai.Kita kan mulai pemulangan pada 24 Desember 2007. Kita sudah terima permohonan itu jauh sebelumnya.`` 

Sementara itu, Ichwan dari bagian Yanpul juga menambahkan, alasan yang digunakan jamaah dalam permohonannya untuk tanazul adalah karena sakit dan kepentingan dinas. ``Paling banyak mereka mengajukan kedua alasan itu dalam permohonannya. Kalau kita, selama masih ada seat yang tersedia di penerbangan, kita akan proses.`` Dari 255 surat permohonan yang masuk di layanan pemulangan dini jamaah. mereka berasal dari berbagai kelompok penerbangan (kloter) yang berbeda-beda. ``Yang paling banyak minta pulang cepat itu adalah dari kloter Surabaya (SUB), Solo (SOC), dan Jakarta (JKG dan JKS).`` Dari data yang ada hingga Kamis siang, jamaah yang  dipulangkan dan siap dipulangkan mencapai 36 kloter  dengan jumlah mencapai 14.151 orang. Jamaah yang tinggal di Jeddah untuk kemudian pulang pada hari ini (jum`at) sebanyak 1.222 orang dan pada Kamis sore bertambah lagi dengan masuknya jamaah yang diberangkatkan dari Makkah. Masih dari data yang sama, jamaah yang wafat hingga Kamis siang mencapai 249 orang. (Dewi)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.313277 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 12044579
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013. Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.