Rabu, 17 November 2010, 19:08 – Haji
Celana Jeans dan Warna-warni Pakaian Saat Sai

Mekkah (MCH)—Sebelum waktu haji, tempat sai hanya digunakan oleh orang-orang yang sedang berumroh, baik umroh sunnah maupun wajib haji. Sehingga seluruh orang yang sai pasti masih mengenakan kain ihrom. Artinya, seluruh pria hanya mengenakan penutup aurat dalam satu warna, putih.

Namun pemandangan ini tidak lagi dapat kita nikmati pada waktu-waktu haji. Justru pada waktu haji, jamaah yang sedang ber-sai baik pria maupun wanita tampak mengenakan beraneka warna dan model pakaian.

Orang-orang Afrika berpaakaian jumbo melebihi posturnya yang sudah jumbo. Mereka sangat suka berpakaian warna mencolok dengan motif batik yang cukup “keren” menurut ukuran orang Indonesia. Sedangkan pakaian orang-orang India tentu sudah akrab bagi masyarakat Indonesia yang gemar nonton film India.

Kecuali tentu saja orang-orang Arab, tetap berpakaian gamis putih untuk pria dan wanitanya memakai abaya (baju terusan longgar) hitam. Hampir mirip seperti monotonnya orang Arab, para jamaah Indonesia yang sudah bertahallul biasanya masih standar memakai baju koko warna putih. Kecuali beberapa anak-anak muda yang bahkan berthowaf dan sai dengan mengenakan kaos oblong dan celana jeans.

Mengapa demikian? Karena jamaah yang sudah melaksanakan Wukuf dan mabit di Muzdalifah, dapat memilih dua opsi ibadah. Apakah akan melaksanakan thowaf dan sai dulu sebelum tahallul awal atau melontar jumroh Aqobah dahulu sebelum tahallul Awwal.

Mereka yang sudah tahallul awal dapat berganti pakaian selain pakaian ihrom. Artinya, jamaah yang memilih melontar Jumroh Aqobah dahulu kemudian melakukan tahallul awwal, sudah dapat mengganti pakaian ihromnya. Ini berarti jamaah tersebut akan melakukan thowaf ifadhah dan sai dengan pakaian bebas. Boleh memakai warna apa pun, boleh memakai model apa pun, asal menutup aurat dan memenuhi standar kepantasan.

Sedangkan jamaah yang memilih melaksanakan thowaf ifadhah dan sai terlebih dahulu, berarti ia berthowaf dan bersai masih dengan mengenakan kain ihrom. Setelah bertahallul awal, jamaah ini dapat berganti pakaian dan kemudian melontar Jumroh Aqobah dengan mengenakan pakaian bebas. Demikian sebaliknya.

Dengan demikian, pemandangan jamaah yang ber-sai dengan mengenakan pakaian warna-warni hanya dapat kita lihat dari tanggal 10 Dzulhijjah (seusai wukuf dan melontar Jumroh Aqobah) hingga akhir musim haji, di akhir bulan Dzulhijjah.

Sai adalah berjalan dari bukit Shofa ke bukit Marwa tujuh kali bolak balik, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwa. Sedangkan Thowaf adalah berjalan mengelingi kabah tujuh kali putaran berawal dan berakhir di sudut Hajar Aswad. Sedangkan tahallul adalah prosesi melepas ketentuan-ketentuan ihrom yang ditandai dengan pemotongan minimal tiga helai rambut. (syaifullah amin).

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.244231 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.54
Jumlah pengunjung: 13724726
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2014. Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.