Sekjen: Pembahasan BPIH 2012 `Alot`

Sabtu, 21 April 2012 –

Foto

Jakarta(Pinmas)—Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Bahrul Hayat mengakui pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2012 hingga kini masih alot, atau sukar menemukan kata sepakat, ketika dibahas di Komisi VIII DPR RI dengan pihak Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) sehingga pembahasan masih akan berlanjut hingga pekan depan.

“Hari Senin (23/4) pembahasan BPIH akan dilanjutkan lagi,” kata Bahrul Hayat seusai memberi kata sambutan pada kegiatan Bakti Sosial puncak Hari Amal Bakti (HAB) ke-66 Kemenag, di Bambu Apus, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (21/1).

Terkait dengan alotnya pembahasan BPIH antara Kemenag dan Komisi VIII DPR, menurut Bahrul Hayat, karena pembahasannya pun dilakukan secara menyeluruh, mencakup biaya yang disebut “indirect cost” dan “direct cost”. Kedua hal itu ikut menentukan besar kecilnya BPIH.

Komponen “indirect cost” yang dibiayai dengan dana optimalisasi jamaah haji, dibahas secara komprehensif. Juga “direct cost” seperti pemondokan, transportasi, general service dan living cost juga belum bisa ditetapkan secepatnya karena punya kaitan dengan perkembangan di lapangan. Untuk pemondokan saja, kini tentu semakin mahal karena ada pembongkaran bangunan pondokan sebagai akibat perluasan di sekitar Masjidil Haram.

Biaya pondokan pun naik. Sesuai hukum pasar, pondokan terdekat masjidil Haram makin mahal. “Kita harus hati-hati, karena menyebut biaya pondokan sekarang dapat berpengaruh besaran ongkos sewa pondokan,” kata Bahrul Hayat.

Komponen direct cost BPIH merupakan kompenen yang dibayarkan langsung oleh jemaah haji, seperti biaya komponen penerbangan, sewa pemondokan. Sedangkan komponen indirect cost dibayarkan penyelenggara, dalam hal ini pemerintah dari dana optimalisasi setoran awal calon jemaah haji. Dan terkait dengan transportasi haji yang biasa dilayani maskapai Garuda dan Arab Saudi, ia mengatakan, pihaknya membuka diri terhadap maskapai swasta nasional lainnya.

Hingga kini dari beberapa maskapai swasta nasional, seperti Air Asia, Lion, Merpati dan Batavia, menurut Bahrul, hanya Garuda dan Arab Saudi yang konsisten dan sudah mengajukan segala persyaratan. Sementara Batavia masih ditunggu kelengkapan persyaratan dokumen yang diminta.

Baksos

Kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Amal Bakti Kemenagk ini diselenggarakan hitanan massal diikuti 200 anak yang berlangsung selama dua hari didukung tenaga medis dari tim Paramita, Walubi dan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Selain khitanan juga dilakukan pembagian 700 paket sembako bagi warga tak mampu di sekitar kawasan Pamulang.

Nampak hadir pada acara itu Camat Pemulang Suhendar, Kepala Biro Umum Burhanuddin, Direktur Pelayanan Haji Sri Ilham Lubis, Dirjen Bimas Kristen Saur Hasugian, Direktur Pembinaan Haji Kartono, Dirjen Bimas Buddha Joko Wuryanto, staf khusus Menag Budi Setiawan dan Ketua Darma Wanita Persatuan Ester Lita Bahrul Hayat.

Sekretaris Ditjen PHU Cepi Supriatna yang juga selaku Ketua Panitia HAB ke-66 Kemenag mengatakan, kegiatan ini merupakan puncak HAB Kemenag yang diwujudkan dalam aksi sosial. Diharapkan kegiatan ini tak berhenti pada hari itu saja tetapi bisa berkelanjutan.(ant/ess)

    Bagikan    


Berita Terkait



Facebook  RSS  Twitter
©2011 Kementerian Agama Republik Indonesia