Kamis, 14 Juni 2012 –

Jakarta (Pinmas)— Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, ternyata banyaknya satuan kerja (Satker) di Kementerian Agama bukan menjadi halangan untuk meraih penilaian Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP, justru menjadi penyemangat dan tantangan untuk bekerja lebih baik.
Banyaknya Satker di Kemenag, mencapai 4446 Satker, merupakan tantangan tersendiri dalam meraih WTP, dan ternyata bisa diraih, kata Menag Suryadharma Ali pada acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan dari Ketua BPK Hadi Purnomo kepada Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan di Gedung Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Jakarta, Kamis sore (14/6).
Menag mengaku merasa gembira, dan berharap tahun mendatang dengan moto ikhlas beramal predikat penilaian lebih baik akan diraih lebih bagus. Ia sampaikan terima kasih kepada auditor BPK yang memberi bimbinan sehingga mendapat WTP DPP.
Ia sampaikan terima kasih kepada Irjen Kemenag Suparta, dengan 4446 satker, terbesar di kementerian yang ada, mampu bekerja optimal.
Capai WTP tak mudah, kata Menag, tapi juga tak sulit. Masih banyak satker tak sejalan. “Lantas, saya injek kaki Irjen, pokoknya WTP. Jangan tanya bagaimana caranya. Jika saya ditanya, saya saja yang Irjen. Dengan paragraf penjelasan (DPP), kita bertekad hilangkan DPP. Berikutnya jadi DPW dan DPC (dewan pimpinan wilayah/cabang) karena menterinya dari partai,” kata Menag yang disambut tawa hadirin.
Ini bukti jajaran Kemenag bisa bekerja. Banyaknya satker bukan alasan. Tapi tantangan untuk kerja keras. Yang didapat hari ini jadi acuan ke depan. “Kita bertekad hapus DPP dan WTP tanpa DPP. Kita harus berkomitmen, tahun depan harus lebih baik lagi,” ia menegaskan.
Ketua BPK Hadi Purnomo, dalam sambutannya minta, apa yang sudah didapat hendaknya dapat dipertahankan, dan kekurangan yang ada untuk diperbaiki lagi pada masa mendatang.(ant/ess)