Rabu, 27 Juni 2012 –

Jakarta (Pinmas)—Ratusan karyawan dan karyawati Kementerian Agama, di Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Kamis (28/6) pagi, lari berhamburan keluar gedung tersebut, karena secara tiba-tiba penuh asap, sementara lalu lintas macet di sekitar bangunan tersebut karena puluhan personil pemadam kebakaran sibuk mengatur mobil operasional mereka.
Semula karyawan dan karyawati, termasuk para pengendara di kawasan tersebut, mengira gedung Kementerian Agama terbakar. Namun ternyata, setelah mendapat penjelasan dari petugas keamanan, mereka mengetahui bahwa peristiwa tersebut merupakan latihan dan simulasi penanggulangan kebakaran di gedung bertingkat.
Dalam latihan tersebut, menurut Kepala Biro Umum Kementerian Agama Burhanuddin, sebanyak empat wilayah pemadam kebakaran di Jakarta dilibatkan. Peristiwa ini merupakan kerja sama antara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pemda DKI dengan Kementerian Agama.
“Kita berharap latihan ini dapat memberikan pembekalan cukup bagi petugas Kementerian Agama,” ia menjelaskan.Pada latihan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan puluhan unit pemadam kebakaran. Termasuk peralatan beratnya, seperti pemadaman api menggunakan tangga yang bisa menjangkau ketinggian bangunan sampai lantai delapan.
Bagaimana bentuk evakuasi dan penyelamatan orang, pada latihan tersebut, diperlihatkan. “Ini merupakan bentuk-bentuk latihan yang sangat penting,” ujar Burhanuddin.
Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pemda DKI, Paimin Napitupulu, menjelaskan, melalui latihan tersebut diharapkan pentingnya kesatuan tim dalam menyelamatkan orang saat terjadi kebakaran. Sebab, saat peristiwa terjadi, umumnya orang panik menyelamatkan barang-barang berharga.
Api ketika kecil merupakan sahabat, tetapi jika sudah membesar bisa menjadi musuh bersama. Karena itu, tindakan penyelamatan harus diikuti dengan pemahaman prosedur dan langkah taktis di lapangan, kata Paimin.
Persoalan kebakaran di Jakarta, lanjut dia, kecenderungannya terus meningkat. Untuk itu ia berharap bangunan-bangunan tua memiliki peralatan keselamatan kerja dan melakukan pelatihan penanggulangan kebakaran.
Pemilik bangunan tua umumnya tak memperhatikan dukungan keselamatan kerja dari bahaya kebakaran. “Saya mengimbau, peralatan untuk mengantisipasi kebakaran harus disiapkan. Termasuk tangga darurat dan menyediakan tabung pemadam kebakaran,” ia menghimbau. (ant/ess)