Ma'had Al-Jamiah, Ruang Semai Karakter Islami Mahasiswa IAIN Cirebon

Cirebon (Kemenag) --- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Cirebon mengembangkan Ma'had Al-Jami'ah. Direktur Ma'had Al-Jami'ah IAIN Syekh Nurjati, Cirebon, Amir menyampaikan bahwa lembaga ini berfungsi untuk menempa mahasiswa-mahasiswi agar berkarakter Islami.

"Seluruh mahasiswa/i yang tinggal di Ma'had kita ajarkan ilmu-ilmu keislaman, untuk membentuk karakter yang Islami, menata jiwa dengan nilai-nilai moderasi," kata Amir, di Cirebon, Jum'at (24/9/2021).

"Selain, dapat memahami kitab kuning, mahasiswa juga kita latih dalam penguasaan bahasa asing," tambahnya.

Amir menjelaskan bahwa sebelum pandemi Covid-19, setiap hari, area kampus IAIN Syekh Nurjati yang terletak di jalan perjuangan, Cirebon ini, senantiasa berkumandang ayat-ayat suci Al-Qur'an. Sehingga, suasananya seperti di Kota Santri (red. Pesantren).

"Mahasiswa yang tinggal di Ma'had ada saja yang melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, walau belum ada program tahfidz yang tetap. Namun, ke depan, akan kita bentuk juga Program Tahfidz di Ma'had, selain kajian kitab kuning, dan penguasaan bahasa Asing," terang Amir.

Kasubbag Humas dan Publikasi IAIN Syekh Nurjati, Muhammad Arifin menambahkan bahwa Ma'had Al-Jami'ah, sudah ada sejak perguruan tinggi ini masih berstatus STAIN hingga transformasi ke IAIN Cirebon.

"Kajian kitab kuning dilaksanakan setiap hari setelah subuh. Ma'had Al-Jami'ah kita ini dapat menampung kurang lebih 1000 mahasiswa. Selain di Ma'had Al-Jami'ah, mahasiswa juga ditempatkan pada Pondok Pesantren sekitar Cirebon," kata Arifin.

Mengapa ditempatkan sebagian di Pondok Pesantren, lanjut Arifin, karena IAIN Syekh Nurjati Cirebon, setiap tahunnya menerima mahasiswa baru rata-rata 3000-an mahasiswa.

"Semoga ke depan, sarana prasarana ma'had ini, dapat menampung semua mahasiswa. Ini bagian dari pelayanan kita bagi masyarakat Cirebon atau generasi bangsa ke depan yang berkarakter Islami yang moderat," harap Arifin.