Dirjen : Para Pemangku Ilmu Hadits Ditakdirkan Allah Menjaga Sunnah Nabi

Jakarta (Kemenag) - Menjaga Sunnah Nabi, secara literal tekstual dan spiritnya, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya menjaga Alquran. Ilmu Hadits seperti kita tahu merupakan salah satu mahkota ilmu dalam Islam yang memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan syariat Islam.

Demikian disampaikan Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mewakili Menteri Agama saat Wisuda ke-15 Tahun 2017 Pontren Darus Sunah di Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (19/08) lalu.

“Atas nama Kementerian Agama, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada para mahasantri wisudawan sarjana dalam Ilmu-Ilmu Hadits. Saudara-saudara para pemangku Ilmu Hadits adalah orang-orang yang ditakdirkan Allah untuk menjaga Sunnah Nabi dan mengajarkannya kepada masyarakat,” ujar Dirjen.

Muhammadiyah Amin menjelaskan,  metodologi Ilmu Hadits mengajarkan bukan hanya sekedar keragaman pandangan hukum, ketelitian dalam mencermati dalil, tetapi mendorong para ulama dan umat Islam untuk menjaga integritas keilmuan dalam menyeleksi dan menemukan dalil-dalil yang paling akurat sebagai dasar hukum dalam beribadah dan bermuamalah.

Menurutnya, seorang ahli ilmu Hadits yang baik tidak akan segan-segan meninjau kembali pendapat dan pendiriannya apabila di kemudian hari ditemukan rujukan dalil yang shahih, lebih kuat dan lebih memadai sebagai pegangan.

“Di pundak saudara-saudara sekalian melekat dua tanggung jawab, yaitu keilmuan dan dakwah. Saya percaya konsep pendidikan dan pengajaran yang diterapkan di Darus Sunnah ini mempersiapkan para mahasantri dan alumni untuk melaksanakan tanggung jawab keilmuan dan tanggung jawab dakwah, sehingga para alumninya menjadi orang yang berguna dan memberi manfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa,” ujarnya.

Di sisi lain, mantan Rektor IAIN Gorontalo ini mengajak para santri Darus Sunah untuk bersama-sama menjaga umat melalui moderasi Islam. Dengan kapasitas keilmuan dan wawasan, para santri diharapkan mampu menyampaikan nilai-nilai keislaman yang menjunjung tinggi misi islam rahmatan lil’alamin.

"Apalagi dengan beragamnya tantangan umat seperti narkoba, pornografi dan radikalisme, kehadiran para santri benar-benar sangat dibutuhkan," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Pesantren Luhur Darus Sunah, Ziaul Haramain, Lc, berharap agar para wisudawan hadir di tengah-tengah umat dengan menyampaikan pesan-pesan Nabi sebagaimana terkandung dalam sabda-sabdanya. Ia mengingatkan pentingnya tradisi keilmuan hadits sebagai bagian dalam dakwah Islam. Karena itulah, ia mengajak semua santri untuk meng-edukasi masyarakat melalui kajian-kajian hadits.

Pesantren Luhur Darus Sunah merupakan lembaga pendidikan yang fokus pada kajian hadits. Berkedudukan di Ciputat, Pesantren ini berdekatan lokasinya dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Jaja Zarkasyi-Rida Cameli-Bimas Islam)