Kamis, 18 Oktober 2018

Sekolah Tinggi Agama Buddha Dharma Widya Wisuda 27 Sarjana Dharma Acarya

  • Minggu, 01 Oktober 2017 20:30 WIB
Dirjen Bimas Buddha Caliadi. (foto: dbb)

Tangerang (Kemenag) --- Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Dharma Widya Tangerang, Banten menggelar rapat terbuka dalam rangka Dies Natalis IX dan Wisuda Sarjana III. Sebanyak 27 sarjana program strata satu (S1) jurusan Dharma Acarya diwisuda pada kesempatan ini.

Dirjen Bimas Buddha Caliadi berpesan agar para sarjana Buddha bersiap menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045. "Perguruan Tinggi sebagai penyiap SDM yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki tanggungjawab menghasilkan SDM yang berkemampuan dan berketerampilan khusus,” ujarnya, Minggu (01/10).

Menurutnya, Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB), termasuk STAB Dharma Widya mempunyai andil besar dalam mempersiapkan dan menyongsong Generasi Emas tahun 2045.

"Kampus harus dapat menjadi lokomotif (penggerak/pendorong) pembangunan masyarakat dan bangsa untuk lepas dari kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan," ucapnya.

Oleh karena itu, ujarnya, PTKB wajib senantiasa melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, dengan mewujudkan perilaku akademis yang energik, multitalenta, serta aktif dan spiritual pada lulusannya.

Menurutnya, tantangan bagi para sarjana ke depan adalah mewujudkan cita-cita pada tahun 2045 bertepatan dengan usia 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Generasi emas, dalam pandangannya dapat terwujud dengan dukungan semua komponen bangsa, dengan bersatu, bergotong-royong, bekerja keras, dan bekerja cerdas.

“Oleh karena itu, PTKB sudah dapat mulai mengamati profil generasi emas itu pada para mahasiswa berkualitas yang memiliki kreatifitas, kompetensi, berkarakter dan kolaboratif," lanjutnya.

Kepada para wisudawan, Caliadi berharap mereka dapat menjadi bagian anggota masyarakat yang berkualitas dan bermoral, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia pada umumnya, kemajuan PTKB dan perkembangan agama Buddha pada khususnya.

"Saya berpesan bahwa hari ini merupakan hari bersejarah bagi saudara, karena saudara dilantik secara resmi menjadi seorang sarjana agama Buddha. Wisuda bukan akhir dari sebuah perjuangan, namun awal dari sebuah pelajaran kehidupan,” tuturnya.

“Sebagai sarjana, saudara harus mampu memtransformasikan ilmu pengetahuan dan mampu menyiapkan manusia yang mempunyai kemampuan untuk belajar, beradaptasi dan berinovasi, terutama saudara sebagai sarjana pendidikan berperan sebagai pendorong dan fasilitator agar siswa bisa sukses dalam kehidupan,” sambungnya

Ketua STAB Dharma Widya Ruby Santamoko mengatakan, wisuda sarjana ini bertujuan mengukuhkan lulusan STAB Dharma Widya tahun 2017 serta sebagai momentum akhir studi dan penyerahan kembali tanggungjawab institusi kepada orang tua dan masyarakat. Rudy berharap wisudawan dapat berperan nyata dalam mewujudkan kecintaan, kepedulian dan tanggungjawab kepada bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Sebelumnya, Dewan Pembina STAB Dharma, Widya Soedjito Kusumo melaporkan bahwa wisudwan ini kali, beberapa di antaranya adalah seorang Doktor, sinshe akupuntur, kepala sekolah SMA dan sebagian lagi sudah bekerja.

Turut hadir, Kasubdit Perguruan Tinggi Parwadi dan Pembimas Buddha Prov. Banten Triroso, Ketua Yayasan Pendidikan Dharma Widya, Pengurus Yayasan Labhiko Indonesia, DPP Majubuthi, dan Pengurus STAB Sriwijaya.

Sumber : DBB
Penulis : Kontri
Editor : dodo
Dibaca : 1.319 kali