Sabtu, 24 Februari 2018

Puslitbang Kemenag Gelar Seminar Penilaian Buku Pendidikan Agama

  • Jum'at, 27 Oktober 2017 21:48 WIB
Tim penilai buku melakukan Penilaian buku Pendidikan Agama Islam terbitan Kemenag. (foto: Gpenk)

Bogor (Kemenag) --- Dalam rangka menyediakan buku Pendidikan Agama Islam yang berkualitas, Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Kemenag  menyelenggarakan Seminar Tadqiq Buku Pendidikan Agama Islam pada Madrasah Aliyah. Seminar tiga hari ini digelar di  Bogor, 26 - 28 September 2017.

Kepala Balitbang-Diklat Kemenag Abd Rahman Mas'ud menyatakan,  Puslitbang Lektur memiliki tugas  menilai buku pendidikan yang diajarkan di lembaga pendidikan. Tugas ini  penting untuk memastikan peserta didik mendapatkan pengetahuan agama yang komprehensif dengan pemahaman yang baik dan benar.

Kapuslitbang Lektur Khazanah  Choirul Fuad Yusuf  menyatakan bahwa Kemenag siap mengemban  menyediakan buku-buku mata pelajaran yang berkualitas. "Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, siap mengawal buku-buku cetakan Kemenag, khususnya tentang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dari madrasah ibtidaiyah hingga Aliyah,” tutur Choirul Fuad,di Bogor, Kamis (26/10).

“Sebelum cetak, buku akan  kita lihat, pelajari, nilai, dan diskusikan, agar jika ada kelemahan dan kekurangan, sebelum disebarluaskan ke masyarakat, bisa dilakukan perbaikan," tambahnya.

Penanggungjawab seminar yang juga Kabid Litbang Lektur Keagamaan, Fakhriati mengatakan, semaksimal mungkin, buku-buku Pendidikan Agama Islam, sebelum beredar di masyarakat, harus bebas dari hal-hal terkait radikalisme, bias gender, pornografi, SARA, dan ujaran kebencian.

"Ada sekitar 76 buku mata pelajaran Pendidikan Agama Islam terbitan Kemenag yang akan kita pelajari lagi. Kita pastikan, buku-buku tersebut, bebas dari paham radikalisme, sara, bias gender, pornografi dan ujaran kebencian,” katanya.

“Ini penting, karena putra-putri kita harus toleran dan menjaga keragaman yang ada. Selain itu, tulisan-tulisan ayat Al-Quran dan Hadits harus bebas dari kesalahan," imbuhnya.

Penilian didasarkan pada aspek-aspek yang  diatur  dalam Kurikulum 13, mulai dari spiritualitas, sosial, pengetahuan, dan ketrampilan. Termasuk juga penggunaan transliterasi arab dan latin.

Dalam seminar ini kali, Puslitbang Lektur menggandeng berbagai pakar pendidikan yang terdiri atas dosen, guru dan penerbit untuk melakukan penilaian dan pendalaman materi buku.
"Kami melakukan penilaian, baik secara kualitatif maupun kuantitatif berbagai buku Pendidikan Agama Islam terbitan Kemenag. Dalam prosesnya, kami mencoba mencari kekurangan, untuk kemudian diperbaiki dari berbagai aspek, baik isi, materi, relevansi, manfaat,  ketercapaian kompetensi, kesesuaian dengan tingkat perkembangan psikis siswa,” kata Fakhriati.

Di samping itu, lanjutnya, penilaian juga mencakup hingga aspek ilustrasi, latihan, metode yang dipakai, uraian, daftar pendukung, desain sampul, ukuran kertas, huruf, cover, desain, ketepatan penulisan ayat dan terjemahannya, bahasa, penyajian, grafis dan lain sebagainya. “Insya Allah semua aspek kami nilai, dikasih skor, rerata dan bobot. Hasilnya akan kami rekomendasikan kepada pihak terkait, untuk diperbaiki," tandasnya.

Sumber : -
Penulis : pujiyanto
Editor : Khoiron
Dibaca : 927 kali