Seluruh Madrasah di 15 Provinsi Ini Siap Gelar UN dan UAMBN Berbasis Komputer

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama berkomitmen melaksanakan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) khusus mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab dengan menggunakan komputer.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Umar mengatakan kalau sampai hari ini sudah 15 provinsi yang siap UMBK.

"Seluruh madrasah di 15 provinsi sudah siap untuk UN dan UAMBN berbasis komputer," terangnya di Jakarta, Sabtu (28/10).

Lima belas provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Yogyakarta, Bali, Jawa Timur, Banten, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Bengkulu, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Aceh, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Utara.

Umar berharap, target 100% UNBK madrasah tahun ini bisa tercapai. Pihaknya terus melakukan sejumlah langkah persiapan,  antara lain: pemberian bantuan server dan komputer/laptop. Adapun untuk honorarium proktor, teknisi dan pengawas UNBK, bisa dialokasikan dari dana BOS dan atau anggaran yang sah.

"Komitmen UN berbasis komputer sejalan dengan implementasi kurikulum 2013 yang meniscayakan kejujuran peserta didik, ditambah dengan perkembangan teknologi dan informasi yang madrasah tidak boleh ketinggalan," terangnya.

Kasubdit Kurikulum Basnang Said mengatakan, UN dan UAMBN tingkat MTs tahun ini akan diikuti 16.934 madrasah di seluruh Indonesia. Sedang tingkat MA, diikuti 7.843 madrasah.
"Peserta UN 2018, terdiri dari 1.079.094 siswa MTs, dan 473.379 siswa MA, baik negeri maupun swasta," tuturnya.

Menurut Basnang, UN MA akan digelar minggu kedua bulan April, sedang UN MTs minggu keempat di bulan yang sama. Sementara UAMBN akan digelar bersamaan pelaksanaan USBN, sekitar minggu kedua bulan Maret untuk MA dan minggu kedua bulan Mei 2018 untuk tingkat MTs.

"UN dilaksanakan dalam rangka pemetaan dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran, baik oleh pemerintah, satuan pendidikan, dan guru itu sendiri," tandasnya.