Selasa, 25 September 2018

Buka Rakernas Evaluasi, Menag Titip Lima Catatan Penyelenggaraan Haji

  • Senin, 06 November 2017 22:28 WIB
Menag Lukman beri sambutan pada Rakernas Evaluasi Pelaksanaan Haji 2017. (foto: Daniel)

Jakarta (Kemenag) --- Penyelenggaraan ibadah haji 1438H/2017M telah usai. Cerita sukses pelaksanaan ibadah haji telah tersiar. 

Indeks Kepuasan Jemaah Haji hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) meningkat 1.02 point 84,85 persen. Pemerintah Saudi bahkan menyebut pelaksanaan haji tahun ini tersukses dalam sejarah.

Pun demikian, Menag Lukman Hakim Saifuddin, memberikan catatan yang perlu dibahas dalam Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1438 H/2017 H, di Jakarta, Senin (6/11). 

Catatan pertama, merespon permintaan banyak pihak, Menag meminta pembahasan terkait jemaah yang wafat sebelum berangkat. “Jika ada jemaah wafat sebelum berangkat, apakah dapat digantikan oleh ahli warisnya,” terang Menag. 

Catatan kedua terkait pengaturan  jemaah yang tiba di bandara AMAA Madinah. Oleh karena tidak cukup waktu mengatur jemaah, Menag minta dibahas solusinya. Apakah memungkinkan formasi bus yang akan digunakan jemaah menuju pemondokan, disesuaikan dengan formasi di pesawat?

“Yang keluar pesawat lebih dulu, maka itulah yang akan menempati bus terlebih dahulu,” ungkap Menag. 

Catatan berikutnya tentang Mina.  Menag minta agar tenda jemaah di Mina menjadi perhatian. Apalagi, tahun ini, jemaah haji Indonesia menempati tenda yang relatif berhimpitan. 

“Semoga Saudi Arabia berkenan menambah kapasitas tenda bagi Indonesia di Mina,” harap Menag. 

“Katering di Mina juga menjadi perhatian. Walaupun tidak bisa disamakan katering yang diproduksi oleh dapur di Mina dengan yang di luar Mina,” lanjut Menag. 

Selain tenda dan katering, Menag meminta seluruh peserta rapat agar mencermati transportasi di Arafah-Mina. “Kita harus melakukan upgrade. Sejak di dalam negeri sudah harus diprioritaskan untuk menjadi perhatian,” harap Menag. 

Hadir dalam acara evaluasi Dubes RI untuk Saudi, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Konsul Jenderal Hery Saripuddin, Dirjen PHU Nizar Ali, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama seluruh Indonesia. (Rusdi)

Sumber : -
Penulis : Kontri
Editor : Khoiron
Dibaca : 1.092 kali