Kamis, 18 Oktober 2018

Wakili Menag, Dirjen Bimas Islam Buka Seminar Wakaf Internasional 

  • Rabu, 08 November 2017 21:39 WIB
Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin. (foto: bimasislam)

Surabaya (Kemenag) --- Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mewakili Menteri Agama Lukman Hakim saifuddin membuka Seminar Wakaf Internasional di Surabaya. Atas nama Menag, Muhammadiyah Amin menyambut baik dan memberi apresiasi kepada BWI atas pelaksanaan seminar wakaf internasional yang mendapat dukungan dari Bank Indonesia.

Menurut Amin, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan dukungan sumber daya alam yang beragam, wakaf dan pemanfaatannya memiliki potensi besar. Dalam konsepsi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, pemerintah memandang bahwa wakaf dapat menjadi instrumen pelengkap pembiayaan pembangunan, di samping dalam upaya pengentasan kemiskinan.

“Pengelolaan wakaf di Indonesia dengan populasi umat Muslim yang terbesar, selayaknya bisa menjadi salah satu tren setter gerakan wakaf di dunia,” ujarnya, Rabu (08/11).

“Setahu saya Bank Indonesia adalah satu-satunya bank sentral yang memberi perhatian tinggi terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk zakat dan wakaf, melalui berbagai program sinergi dan kerjasama yang telah, sedang dan akan dilakukan,” sambungnya.

Amin berharap, kesadaran semua pihak terhadap potensi wakaf sebagai sosial kapital untuk mendorong penguatan ekonomi umat akan semakin kuat. Semua aset wakaf sesuai ketentuan syariah harus terjaga keabadiannya. Aset wakaf juga perlu diinvestasikan ke dalam sektor usaha produktif. 

“Umumnya, wakaf dipahami sebagai penyedia infrastruktur bagi aktivitas-aktivitas nirlaba religius, seperti pembangunan masjid, madrasah dan pemakaman. Padahal, sejatinya wakaf dapat dikelola sebagai investasi yang bersifat komersial sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah,” katanya.

Seminar Wakaf Internasional dihelat atas kerjasama Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kuwait Awqaf Public Foundation, Islamic Research and Training Institute-Islamic Development Bank (IRTI-IDB), dan Bank Indonesia. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan The 4th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2017. 

Kegiatan ISEF sendiri berlangsung pada 7-11 November 2017 di tempat yang sama, di Grand City, Surabaya. Selain seminar internasional, juga diagendakan Public Hearing on Waqf Core Principles (WCP), dan International Working Group on WCP. (sigit)

Sumber : Bimas Islam
Penulis : Kontri
Editor : Khoiron
Dibaca : 862 kali