Minggu, 24 Juni 2018

Sosialisasi SDGs, Sekjen Sampaikan Tujuan 4 SDGs Tentang Pendidikan Berkualitas di Kemenag

  • Kamis, 09 November 2017 10:47 WIB
Sekjen Kemenag Nur Syam (tengah). foto:danil

 

Jakarta (Kemenag) - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam meminta agar pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di lingkungan Kementerian Agama mampu menterjemahkan apa yang dimaksud dengan pendidikan berkualitas di perguruan tinggi.

Sekjen menyampaikan, setidaknya ada sejumlah aspek bidang peningkatan pendidikan berkualitas di perguruan tinggi. Pertama, kualitas akademik. “Proses pembelajaran dan kurikulum harus relevan dengan daya saing, lalu di turunkan dalam program-program riil,” ujar Sekjen saat memberi pengantar kegiatan Sosialisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Suistanable Development Goal (TPB/SDGs); Tujuan 4 Pendidikan Berkualitas di Lingkungan Kementerian Agama di Jakarta, Rabu (9/11).

Selanjutnya, kedua, ia menuturkan tentang peningkatan mutu penelitian. Menurutnya, jurnal penting dikembangkan terutama jurnal terakreditasi internasional selain peningkatan mutu penelitian yang mampu bersaing dalam  skala nasional dan internasional.

“Terutama hasil penelitian yang memiliki hak cipta, misal hasil penelitian dalam bentuk aplikasi Ayo Membaca UIN Sunan Ampel Surabaya yang sudah dipatenkan,” katanya.

Sekjen mendorong agar hasil riset yang dihasilkan PTKN agar dipatenkan, untuk mengetahui berapa hasil riset perguruan tinggi kita yang memiliki hak paten.

Hal lain yang menjadi perhatiannya adalah peningkatan sarana prasarana khususnya laboratorium PTKN. Dikatakannya, saat ini Kemenag memiliki 17 Universitas Islam Negeri (UIN), ia menekankan agar pada program studi science harus memiliki sarana prasarana laboratorium.

“Ini (laboratorium) harus jadi prioritas, ini adalah bagian tidak terpisahkan dari pembelajaran berbasis pengalaman,” katanya.

“Saya ingin setiap PTKN, memiliki semacam sekolah bagi pengembangan kapasitas mahasiswa dan itu adalah laboratorium,” lanjutnya.

Aspek keempat yang menjadi perhatiannya dalam pendidikan berkualitas adalah pengembangan SDM yakni guru dan civitas akademika. Untuk PTKIN kita memiliki program 5.000 Doktor, dan program beasiswa lainnya.

Selain PTKN, untuk pendidikan menengah di Kemenag, Sekjen keberadaan Madrasah Insan Cendekia (MAN) Insan Cendekia yang saat ini berjumlah 20 MAN IC dan tersebar di sejumlah provinsi menjadi prototype madrasah unggulan.

“Kita berharap, ke depan di setiap provinsi memiliki MAN IC,” ujarnya.

Hadir sebagai peserta, sejumlah Sekretaris unit eselon I, pejabat eselon II Ditjen Pendidikan Islam, Karo Perencanaan Ali Rokhmad, sejumlah rektor perguruan tinggi di lingkungan Kemenag, dan narasumber dari Bappenas.

Sumber : -
Penulis : dodo
Editor : dodo
Dibaca : 836 kali