Rabu, 15 Agustus 2018

Kesadaran Membaca Naik, Ditjen Bimas Hindu Akan Perbanyak Cetak Buku Keagamaan

  • Sabtu, 30 Desember 2017 23:22 WIB

Jakarta (Kemenag) --- Perkembangan dan pertumbuhan kelompok-kelompok spiritual mengalami peningkatan untuk membaca kitab suci weda, seperti bhagawad gita, sarasamuccaya, ramayana dan mahabharata. 

Akan hal ini, menyambut tahun 2018, Ditjen Bimas Hindu akan merealisasikan rencananya untuk menerbitkan buku-buku bacaan agama Hindu di sekolah. "Pengadaan dan penerbitan buku-buku bacaan di sekolah harus diprioritaskan," kata Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya saat dihubungi Humas, Sabtu (31/12). 

Dikatakan I Ketut Widnya, kemajuan minat baca masyarakat Hindu menjadi salah satu indikator dan progres kemajuan umat. Selaku Dirjen yang bertugas melakukan pembinaan umat Hindu di Indonesia, I Ketut Widnya mengapresiasi kesadaran umat dalam membaca kitab sucinya untuk mencari hakekat dirinya sebagai manusia dan mendapatkan pencerahan sekaligus tuntunan hidup. 

Kesemarakan ini, kata I Ketut Widnya, berimplikasi kepada kebutuhan keberadaan  guru spiritual yang dapat membimbing mereka dan memberikan keteladanan dalam mengarungi kehidupan dunia. "Dialog-dialog agama, budaya dan spiritual tumbuh subur di lembaga-lembaga pendidikan agama Hindu dan juga di masyarakat. Ini juga menjadikan banyak tumbuh forum-forum dialog-dialog agama, budaya dan spiritual yang diprakarsai masyarakat dan lembaga sosial kemasyarakatan,"  tukas I Ketut Widnya. 

Sejalan dengan itu, kebutuhan buku-buku agama dan bahan bacaan agama Hindu yang populer juga meningkat. Dalam bidang pendidikan, pasraman-pasraman non formal juga berkembang sangat pesat. Apalagi, pasraman kini sudah memiliki dengan dasar hukum yang jelas, yaitu PMA 56 tahun 2014 tentang pendidikan agama dan keagamaan Hindu. 

"Sekarang di seluruh Indonesia ada sekitar 2.600 pasraman non formal, sedangkan pasraman formal baru ada 30 an," tambah I Ketut Widnya. 

Ditegaskan I Ketut Widnya, pada perkembangannya pasraman non formal ini akan diwadahi dalam suatu organisasi, yaitu Perkumpulan Pasraman Indonesia (PPI). Organisasi ini sudah terbentuk di Bali. Pada tahun 2018, Ditjen Bimas Hindu akan melakukan konsolidasi organisasi agar terbentuk cabangnya di setiap propinsi. 

"Selamat tahun baru 2018, semoga di tahun yang baru kita semakin sukses dan mampu mewujudkan tujuan hidup kita. Mari awali tahun baru dengan bekerja keras sebagai perwujudan ajaran agama (karma). Ingatlah selalu momento mori (kematian)," tutup I Ketut Widnya.

Sumber : Dirjen Bimas Hindu
Penulis : M Arif Efendi
Editor : Khoiron
Dibaca : 321 kali