Kamis, 18 Oktober 2018

Menag Resmikan Berdirinya Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia

  • Minggu, 07 Januari 2018 15:18 WIB
Menag memukul beduk sebagai tanda peresmian P2I di Pondok Pesantren Darunnajah. (Foto: Pujianto)

Jakarta (Kemenag)---Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan berdirinya Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I). Peresmian ini berlangsung di Pondok Pesantren Darunnnajah, Jakarta, Minggu (07/01).

Peresmian P2I tersebut ditandai pemukulan beduk oleh Menag didampinggi Ketua Umum P2I KH.M.Tata Taufik, Kepala Korbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Arkian Lubis, dan sejumlah pengurus P2I.

Tampak hadir, Pengasuh Pondok Pesantren Modern Gontor KH Hasan Abdullah Sahal, Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Saiful Mujab, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Ahmad Zayadi, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Arifin, Ketua UKP PIP Yudi Latif, Pengasuh Ponpes Darunnajah, serta sejumah alim ulama dan tokoh masyarakat.

Menag menyatakan,  eksistensi pesantren tidak bisa dipisahkan dengan konteks ke-Indonesian. Sejarah telah mencatat bahwa tulang punggung pendidikan Islam hakikatnya adalah pesantren.

Pesantren adalah pendidikan Islam tertua di Indonesia. Jauh sebelum madrasah dan perguruan tinggi Islam lahir, pondok pesantren sudah hadir di tengah bangsa Indonesia. Catatan Kementerian Agama, pada 2016 di Indonesia terdapat sekitar 28.992 pondok pesantren.

"Dulu setiap pondok pesantren diawali dari rumah kyai, kemudian mendirikan mesjid yang dilanjutkan dengan membangun madrasah-madrasah. Ini khas Indonesia dan tidak akan kita temui di negara lain. Mudah-mudahan ini bisa mengispirasi dan memotivasi para pengasuh pesantren," kata Menag.

Menag menambahkan, kehadirannya di Pondok Pesantren Darunnajah tidak sekadar silaturahim dan bertemu banyak pengasuh ponpes se Indonesia. Menag mengaku bersyukur bisa hadir dalam peresmian P2I.

“Ini tentu akan banyak sekali manfaatnya bagi perkembangan pondok pesantren di Indonesia.  Ketika para pengasuh berkumpul sudah pasti membawa kemaslahatan bagi kehidupan umat Islam di Indonesia khususnya di pesantren," ujar Menag.

Pesantren sudah memberikan jejak yang jelas bagaimana Islam dan Indonesia itu menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

“Harapan kami, bagaimana keluarga besar pondok pesantren mampu mencapai kemajuan bagi umat Indonesia dan dunia. Karena sekarang Indonesia menjadi model atau kiblat bagaimana nilai-nilai agama bisa diimplementasikan ditengah-tengah masyarakat yang majemuk," sambung Menag.   

Selain peresmian, P2I juga mengelar Seminar Nasional mengusung tema Pesantren Sebagai Benteng NKRI dan Pengawal Moral Pancasila. Tampil sebagai narasumber, di antaranya: Prof Dr Komaruddin Hidayat, Prof Dr Amal Fathullah, Dr. Ahmad Zayadi, dan Dr. KH Sofwan Manaf.

Sumber : -
Penulis : benny andriyos
Editor : Khoiron
Dibaca : 1.368 kali