Senin, 19 Februari 2018

Hadiri Haul Abah Zuhri Semarang, Menag: Beliau Sangat Menghormati Perbedaan dan Keragaman 

  • Minggu, 11 Februari 2018 23:17 WIB
Menag Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Abah Zuhri dikenal sederhana dan apa adanya. Foto:Arif

Semarang (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri Haul Abah Syeikh Muhammad Saeful Anwar Zuhri Rosyid dan Prosesi Penggantian Luwur V. Prosesi berkanberla di Masjid Baitul Hidayah Komplek Ponpes Salafiyah Az-Zuhri, Jalan Ketileng Raya No 13 A, Dukuh Ketileng, Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.

"Abah Syeikh Muhammad Saeful Anwar bin Mudatsir bin Zuhri bin Rosyid adalah sosok yang moderat. Beliau sangat menonjol mempunyai  kemampuan dan kemauan menghargai dan menghormati keragaman dan perbedaan yang ada di orang lain. Kemampuan Beliau ini sangat mewarnai perjalanan kehidupan Beliau saat berinteraksi, mengayomi dan melayani umat. Beliau adalah orang yang mampu menangkap esensi isi Alquran yang menuntut kita untuk menghormati dan menghargai kemajemukan," terang Menag, Ahad (11/02) malam. 

Menag melihat, almarhum yang tak lain adalah adik sepupu Menag, sebagai sosok yang sederhana dan apa adanya.

"Abah hidup apa adanya dan tidak berkeinginan hidup mewah. Beliau juga tidak terlalu mempedulikan bentuk luar dan latar belakang seseorang. Beliau suka berinteraksi dengan berbagai kelompok dan komunitas. Beliau benar-benar menjadikan agama hadir untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan," tuturnya.

"Haul adalah mengenang dan meneladani. Mari, kita kenang dan teladani dakwah Beliau. Mari kita jaga, pelihara dan rawat apa yang telah Beliau perjuangkan, sembari kita berkreasi yang lebih baik sesuai kondisi dan situasi. Dan Alhamdulilah, saya menyaksikan, Almarhum meninggalkan keluarga yang mampu menjaga, memelihara dan merawat, bahkan mengembangkan perjuangan Abah," tutur Menag.

Menurut Panglima Ponpes yang juga ketua panitia Haul, Abdul Haris, santri Abah tersebar di lebih dari 90 kota di Jawa dan luar Jawa dengan corak yang heterogen.

"Abah dikenal mempunyai santri dari berbagai elemen masyarakat. Yang mbeling ada, yang kejawen banyak, preman juga ada, bahkan Sedulur Sikep (Samin) dari Blora juga ada. Insya-Allah ada dua ribuan santri yang hadir. Karena sering kali, Haul Abah dipakai sebagai ajang reuni," terang pensiunan ASN Pemrov Jateng ini.

"Santri mukim, baik putra maupun putri seratus lebih, tapi dua ratus kurang. Sedang untuk santri kalong, lebih dari lima ribu santri," imbuh lelaki asal Banjarnegara tersebut 

Kepala Rumah Tangga Ponpes, Abdussalam mengatakan, Ponpes Az-Zuhri tiap malam mengadakan istighasah dan mujahadah. 

"Istighasah dilaksanakan di Ndalem, sedang Mujahadah dilakukan di Ponpes. Selain ngaji beberapa kitab kuning seperti tafsir, hadits, nahwu, sharaf, dan lainnya, tiap hari Ahad, seluruh santri mukim wajib berlatih silat. Ada juga Jalisan, yakni ngobrol apa pun dengan Gus Lukman dari jam setengah tujuh hingga jam delapan. Tepatnya setelah Ngaji (tafsir) Jalalain," terang Salam. 

Hadir dalam Haul dan Prosesi Penggantian Luwur ke V, Kakanwil Kemenag Jateng, perwakilan Pemprov, Pemkot, TNI, Polri, beberapa rektor perguruan tinggi di Semarang dan undangan lainnya. 

Dalam Haul ke-5 ini, dua ribuan santri dan alumni dari berbagai elemen, golongan dan wilayah hadir, seperti Sedulur Sikep dari Blora, Pemuda Pancasila, Pagar Nusa, serta beberapa perwakilan ormas keagamaan dan beberapa tokoh lintas agama.

Sumber : -
Penulis : pujiyanto
Editor : Khoiron
Dibaca : 477 kali