Senin, 28 Mei 2018

Dirjen Pendis: Ulama dan Tokoh Agama Berperan Menjaga dan Merawat Rajutan Kebangsaan

  • Selasa, 13 Februari 2018 12:43 WIB
Dirjen Pendis Kamaruddin Amin saat memberikan sambutan mewakili Menag pada Silaturahim Kebangsaan di Pontren Attaqwa, Bekasi. Foto : Sugito

Bekasi (Kemenag) --- Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menegaskan bahwa ulama dan tokoh agama berperan dalam menjaga dan merawat rajutan kebangsaan.

“Dalam agama, utamanya di kalangan santri terdapat doktrin hubbul wathon minal iman, cinta Tanah Air bagian dari iman,” ujar Kamaruddin Amin ketika memberikan sambutan mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam acara Silaturahim Kebangsaan di Pondok Pesantren Attaqwa Bekasi, Selasa (13/02).

“Semangat kebangsaan untuk membela negara dari berbagai ancaman harus selalu tertanam dalam diri setiap anak bangsa. Selain sebagai fitrah dan kebutuhan hidup (dharurah hayatiyyah), bela negara juga merupakan kewajiban agama (faridhah diniyyah),” ujar Kamaruddin

Dalam acara yang mengusung tema ‘Mengokohkan NKRI dalam Perspektif Pesantren’ ini, Kamaruddin menguraikan betapa ulama dan tokoh agama begitu berjasa dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, tidak sedikit santri dan ulama yang diasingkan bahkan sengaja dibuang oleh penjajah karena dianggap sebagai ancaman terbesar penjajah dalam menguasai Indonesia..

Ia menyebut, KH. Noer Ali sebagai salah satu pahlawan nasional dari kalangan ulama dan tokoh agama patut menjadi teladan bagi masyarakat Indonesia. Sehingga atas jasa-jasanya, beliau dianugerahi Bintang Mahaputra Adipradana oleh pemerintah di tahun 2006 silam.

“Bahkan, meski beliau telah tiada, jejak dan tinggalan perjuangan beliau tetap lestari,” ujar Kamaruddin seraya mengatakan bahwa apa yang telah dipersembahkan KH. Noer Ali dan para ulama pejuang adalah cerminan semangat kebangsaan.

“Dengan kerja nyata, mereka buktikan bahwa tidak sepatutnya keislaman dihadap-hadapkan dengan kebangsaan,” ujarnya.

Kamaruddin juga menambahkan bahwa konsep kebangsaan NKRI bukan hanya sejalan dengan ajaran Islam, tetapi keberislaman menuntut siapa pun yang meyakininya untuk menjadi warga bangsa yang baik.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin juga meletakkan batu pertama pembangunan kampus Pahlawan Nasional KH. Noer Ali Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attaqwa, Bekasi.

Sumber : -
Penulis : Didah
Editor : dodo
Dibaca : 609 kali