Senin, 19 Februari 2018

Sekjen Minta Bimas Buddha Perkuat Program Pemberdayaan Mayarakat Miskin

  • Rabu, 14 Februari 2018 12:14 WIB
Foto: Sandi

Jakarta (Kemenag) --- Sekjen Kemenag Nur Syam membuka Rapat Kerja Pejabat Pusat dan Daerah Direktorat Jenderal Bimbingan Agama Buddha Kementerian Agama Tahun 2018 di Ancol, Jakarta.

Dalam sambutannya, Sekjen mengajak Keluarga Besar Ditjen Bimas Buddha, untuk pro aktif menghadapi tahun 2018 dengan melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat miskin. Utamanya yang berada di daerah di mana pesta demokrasi sedang digelar.

"Tahun 2018 ini adalah tahun politik. Ada 17 provinsi menggelar 176 pilkada. Kita harus cermat dan hati-hati. Beberapa hal seperti politisasi agama, politisasi identitas bahkan politisasi kesenjangan dan kemiskinan akan dijadikan justifikasi dalam rangka mencari panggung politik untuk meraih kekuasaan,” terang Nur Syam, Selasa (13/02). 

“Untuk itu, keluarga besar Kemenag harus berupaya keras agar persatuan dan perdamaian di masyarakat tetap terjaga. Mari kita berjabat tangan untuk membuat program pemberdayaan untuk masyarakat miskin, utamanya yang berada di daerah digelarnya Pilkada 2018,” sambungnya.

Nur Syam mengajak jajarannya untuk cermat agar agama tidak dijadikan sebagai alat justifikasi untuk mencari panggung politik dan meraih kekuasaan. Jika memungkinkan,  program Ditjen Buddha tahun 2018 yang terkait kerukunan, dilaksanakan di 17 wilayah yang menggelar Pilkada. 

“Silahkan melakukan revisi anggaran dan laksanakan dialog-dialog di 17 provinsi yang menggelar pilkada tahun ini. Tingkatkan dan maksimalkan serapan anggaran. Evaluasi program-program yang telah dilakukan, pelajari program-program yang belum dilakukan, agar ke depan, kita bisa semakin baik dan mampu melayani masyarakat semaksimal mungkin," ujarnya.

Dalam Raker yang mengangkat tema: Terus Berkarya, Tingkatkan Pelayanan bagi Umat Buddha demi Kedamaian Umat Beragama tersebut, Sekjen juga berharap, Ditjen Bimas Buddha pro aktif mendukung berbagai program Pemerintah Pusat seperti BOS, KIP, Sertifikasi Guru dan lain sebagainya.

Raker yang rencananya digelar 13 - 15 Februari 2018 ini, dihadiri tak kurang dari 120 peserta, terdiri atas pejabat eselon 2, 3 dan 4, baik dari pusat, wilayah maupun dari kankemenag kabupaten/kota.

Sekjen mengapresiasi langkah Ditjen Buddha yang menggandeng Majelis Agama dalam raker ini kali. Menurutnya, majelis-majelis agama merupakan mitra strategis Kemenag. 

“Majelis-majelis inilah sesungguhnya yang mempunyai umat secara riil. Apresiasi terhadap langkah Bimas Buddha ini dan mari kita bekerja sama, agar semua umat mampu hidup berdampingan, aman, nyaman dan bahagia,” harap Sekjen.

Dirjen Bimas Agama Buddha Caliadi mengatakan selain 120 peserta dari internal Kemenag, baik pusat, wilayah maupun kabupaten/kota, raker ini kali juga dihadiri perwakilan dari Sekolah Tinggi Agama Buddha Sriwijaya Tangerang-Banten, Sekolah Tinggi Agama Buddha Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah, Bhikkhu Sangha dan 50-an Pengurus Pusat Majelis Agama Buddha.

Sumber : -
Penulis : pujiyanto
Editor : Khoiron
Dibaca : 93 kali