Rabu, 26 September 2018

PHDI Bertemu Menag, Sampaikan Rencana Puncak Perayaan Nyepi Nasional 2018

  • Senin, 12 Maret 2018 15:02 WIB
Foto: Sugito

Jakarta (Kemenag) --- Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Panitia Perayaan Hari Raya Nyepi Nasional (PPHRNN) Tahun 2018 bersilaturahim ke Kemenag. Dipimpin Ketua Umum PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, mereka diterima Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Ruang Kerja Menag, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta.

Tampak hadir, Sekjen PHDI I Ketut Parwata, Ketua Panitia Nyepi Nasional Laksda TNI I Nyoman Gede Ariawan beserta jajarannya. Kepada Menag, mereka melaporkan persiapan Kegiatan Nyepi Nasional tahun 2018 yang mengusung tema: Melalui Catur Brata Penyepian, Kita Tingkatkan Soliditas sebagai Perekat Keberagaman dalam Menjaga Keutuhan NKRI.

Menurut Wisnu, ada empat kegiatan utama dalam rangkaian kegiatan Perayaan Hari Raya Nyepi Nasional 2018. Adapun puncak acaranya dilaksanakan pada Tahun Baru Saka 1940 atau jatuh pada 17 Maret 2018. 

“Kegiatan pertama adalah seminar inspirasional yang dihadiri para tokoh lintas agama, seperti Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Pak Yudi Latief, dan Rektor Unhan (Universitas Pertahanan). Ini telah kami laksanakan pada 24 Februari 2018 lalu di Auditorium HM Rasjidi Kemenag MH Thamrin, Jakarta. Terima kasih atas fasilitas dan bantuan yang Kemenag berikan kepada kami,” terang Wisnu, Senin (12/03)

Kegiatan kedua adalah Ritual Upacara Tawur Agung Kesanga yang dipusatkan di Candi Prambanan pada 16 Maret 2018 yang akan datang. “Pada Ritual ini, kami mengedepankan kearifan lokal,” imbuh Wisnu.

Ketiga, tambah Wisnu, PPHRNN akan melakukan bakti sosial dan yoga massal yang akan diikuti oleh perserta dari berbagai umat. Acara ini dilanjutkan dengan penyuluhan tentang bahaya narkoba, donor darah dan penanaman pohon di daerah Gunung Salak. Diharapkan, kegiatan ini diikuti 2.000 peserta.

“Sedang kegiatan ke-empat adalah puncaknya, yakni Dharma Santi yang akan diselenggarakan di Mabes TNI pada 6, 7, dan 8 April 2018 dengan mengundang perwakilan dari beberapa negara sahabat yang ada di Indonesia, tokoh-tokoh lintas agama dan juga umat Hindu se-Jabodetabek,” lanjut Wisnu. 

“Kami berharap, apa yang kami lakukan ini, mampu menghasilkan output salah satunya yakni mampu merekatkan keberagaman yang ada di Negeri kita ini, agar keutuhan NKRI mampu kita jaga, rawat dan teruskan,” sambungnya.

Menag Lukman bersyukur, Perayaan Hari Raya Nyepi Nasional baik yang telah terlaksana mapun belum, berjalan dengan baik.

“Saya bersyukur, acara yang telah terlaksana dan yang belum berjalan dengan baik, semoga apa yang kita lakukan ini, mendapat balasan yang baik pula. Dan semoga cita-cita kita bersama, agar NKRI ini makin kokoh dan kuat, bisa berjalan sebagaimana mestinya,” terang Menag.

Kemenag, menurut Menag Lukman siap membantu agar Perayaan Hari Raya Nyepi Nasional berjalan lancar dan sukses.

Selain tentang Perayaan Hari Raya Nyepi Nasional 2018, didiskusikan pula bebepa hal seperti Universitas Hindu (UNHI), guru-guru agama Hindu di sekolah umum, percetakan buku Hindu, ekonomi kerakyatan dan lain sebagainya.

Turut mendampingi Menag, Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya dan Sesmen Khoirul Huda.

Sumber : -
Penulis : pujiyanto
Editor : Khoiron
Dibaca : 602 kali