Kamis, 18 Oktober 2018

Ditanya Susah Tidak Menjadi Menteri Agama? Lukman: Tergantung Niatnya

  • Selasa, 13 Maret 2018 13:58 WIB
Menag Lukman Hakim Saifuddin saat menjadi narasumber di IDN Times, Jakarta (foto:Sandi)

Jakarta (Kemenag) --- Isu keagamaan demikian dinamis. Persoalan keagamaan juga kompleks. Namun, Kementerian Agama bertugas untuk terus menjaga kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama.

“Susah tidak menjadi Menteri Agama?,” tanya Jovial Da Lopes selaku host dalam talk show di IDN Times, Jakarta, Selasa (13/03). Noval sendiri mengaku melihat Menag sebagai pribadi dan pejabat yang santai dan adem. 

“Susah atau tidak jadi Menteri Agama, itu tergantung niatnya,” jawab Menag. 

“Buat saya, menjadi Menteri Agama, susah itu nyaris tidak ada. Saya menikmati pekerjaan saya karena saya mencintainya,” sambungnya.

Bagi putra Almarhum KH Saifuddin Zuhri ini, rasa cinta adalah modal paling besar dalam hal apapun. Jika seseorang mencintai pekerjaan yang dijalaninya, maka semua akan mudah.

Menag Lukman Hakim Saifuddin bersama CEO IDN Times dengan Youtuber sejuta follower, Jovial Da Lopez, selaku host IDN Times di Jakarta (foto:Sandi)

Talk show IDN Times membincang banyak hal, mulai dari kehidupan keagamaan, keragaman, juga Diversity is Beatiful. Talk show berlangsung di studio IDN Times di bilangan Jalan Palmerah Utara nomor 62 A, Jakarta.

IDN Times adalah salah satu media digital yang kini tengah berkembang di Indonesia. Menurut CEO IDN Times, Winston Utomo, perusahaannya sudah mencapai 8 juta pembaca dan 13 juta pageviews setiap bulannya. 

Bergerak dalam bisnis media, Winston mengaku ingin menginspirasi dan memberikan pengaruh positif pada masyarakat, salah satunya dengan mengembangkan media yang independen dan netral dalam menyajikan informasi. “Setiap penulis dan editor boleh punya opini masing-masing, tapi kita tetap harus netral dan memandang dari dua sisi,” jelas Winston.

“IDN Times sendiri memiliki dua kantor. Tim editorialnya kebanyakan berlokasi di Surabaya, sedangkan tim Sales berada di Jakarta,” sambungnya.

Sumber : -
Penulis : M Arif Efendi
Editor : Khoiron
Dibaca : 883 kali