Selasa, 19 Juni 2018

Kemenag Akan Kirim Guru Madrasah Vokasi ke Malaysia dan Singapura

  • Selasa, 13 Maret 2018 15:54 WIB

Jakarta (Kemenag) --- Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, Kementerian Agama akan mengirimkan guru Madrasah Vokasi ke Malaysia dan Singapura.

Hal ini disampaikan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Suyitno, saat menerima kunjungan Yayasan Tazakka Al-Bantani, Fahmi Bagus Mahesa, didampingi Consultant Germany Christian Hanish di kantor Kemenag, Jakarta. Menurutnya, untuk tahap awal akan dikirim 50 guru dan tenaga kependidikan madrasah.

"Sebelum berangkat, para guru akan ditraining singkat tentang penguatan mental dan kedisiplinan. Ini sekaligus sebagai upaya nyata "hijrah mental" dari bentuk Program Penguatan Karakter bagi guru," terang Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang di Jakarta, Selasa (13/03).

Diakui Suyitno, bahwa kompetensi guru pada madrasah kejuruan masih sangat kurang terutama dalam keahlian tertentu. Untuk itu, pihaknya menjadikan peningkatan mutu guru sebagai salah satu  program prioritas.

Suyitno berharap dengan pertemuan ini, bisa menjadi langkah baik dalam peningkatan mutu pendidik madrasah menjadi lebih baik dan bermartabat. "Fokus pertemuan ini adalah kerjasama dalam peningkatan mutu bagi pendidik dalam bidang kejuruan," ujar Suyitno.

Direktur Yayasan Tazakka Fahmi Bagus Mahesa, menjelaskan bahwa kerjasama ini berbentuk kursus dengan perguruan tinggi di luar negeri yang sudah menjadi mitra Tazakka, di antaranya Institute Kemahiran Industri Malaka (IKIM) Malaysia dan Singapura, bahkan juga di Jerman.

"Rencananya bidang vokasi yang akan dikerjasamakan adalah meliputi bidang industri, yaitu: perkapalan, teknik elektro, kelistrikan, dan managemen logistik," pungkas Fahmi.

Menurut Fahmi, sasaran dalam kerjasama ini adalah guru dan tenaga kependidikan pada jenjang Madrasah Aliyah Vokasi sebagai jembatan untuk menciptakan anak didik kreatif sehingga dapat mengurangi pengangguran pasca lulus sekolah.

Sumber : Dit GTKM/RK
Penulis : Maryani Abdul Muiz
Editor : Khoiron
Dibaca : 879 kali