Senin, 20 Agustus 2018

Lebih 1.000 Pendakwah Deklarasikan Gerakan Nasional Mubaligh Bela Negara

  • Senin, 14 Mei 2018 16:54 WIB
Perwakilan pendakwah membacakan Deklarasi Gerakan Nasional Muballigh Bela Negara di hadapan Presiden Joko Widodo dan Menag Lukman. (foto: Arief)

Jakarta (Kemenag) --- Lebih 1.000 pendakwah deklarasikan Gerakan Nasional Muballigh Bela Negara (GN-MBN) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Deklarasi ini disaksikan Presiden Jokowi yang hadir didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Deklarasi ini dilakukan bersamaan kegiatan Halaqah Nasional Hubbul Wathan yang diselenggarakan oleh Ikhwanul Muballighin. Ketua Ikhwanul Mubalighin Mujib Chudlori menyatakan bahwa Deklarasi Gerakan Nasional Muballigh Bela Negara dilaksanakan sebagai wujud kecintaan pada NKRI.

"Hubbul Wathan Minal Iman. Cinta tanah air sebagian dari iman. Oleh karena itu, kewajiban tiap muslim untuk menjaga dan membela negaranya. Ikhwanul Muballighin siap berada di garis terdepan membela negara dan membela agama," tutur Mujib, Senin (14/05).
Dipimpin Rokhmin Dahuri, para juru dakwah ini kemudian membacakan deklarasi sebagai berikut :

Deklarasi Gerakan Nasional Muballigh Bela Negara
1. Kami Ikhwanul Muballighin dengan ini mendeklarasikan muballigh bela negara, yaitu muballigh :
2. Menjunjung tinggi Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, dan bela negara guna menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia
3. Menanamkan jiwa dan sikap kepahlawanan, cinta tanah air dan bela negara guna menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta memajukan dan mensejahterakan bangsa Indonesia secara berkelanjutan.

4. Menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai ajaran Islam yang Rahmatan Lil’Alamin, inklusif, moderat menghargai kemajemukan realitas budaya dan bangsa sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
5. Menolak dan melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan anti Negara Kesatuan Republik Indonesia, perbuatan intoleransi, radikalisme, komunisme, liberalisme dan segala jenis kemaksiatan dan terorisme diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Presiden Joko Widodo mengapresiasi kegiatan tersebut. Jokowi pun menyatakan, menjadi kewajiban bersama untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala ancaman. “Saya kira ini (deklarasi) harus diteruskan dan ditindaklanjuti,” kata Jokowi.

Menurutnya, negara Indonesia adalah negara besar. Maka untuk membuat perubahan dan kemajuan butuh upaya yang juga tidak semudah membalikkan telapak tangan.  “Bahwa negara kita masih banyak kekurangan,  ya,  saya akui. Negara kita negara besar, mari kita benahi bersama,” ajaknya.
 

Sumber : -
Penulis : Indah Limy
Editor : Khoiron
Dibaca : 653 kali