Senin, 20 Agustus 2018

Kunjungi LPMQ, Dubes Uzbekistan Bahas Sinergi Bidang Keagamaan

  • Selasa, 15 Mei 2018 14:56 WIB
Kepala LPMQ Muchlis M Hanafi menunjukan koleksi Bayt Al Quran kepada Dubes Uzbekistan. (foto: LPMQ)

Jakarta (Kemenag) --- Dubes Uzbekistan, Ulugbek Rozukulov didampingi Mahmud Toxtiev dan Temur Mirzaev dari Kementerian Pariwisata Uzbekistan berkunjung ke Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal (BQMI) Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) di TMII. Kunjungan mereka dalam rangka menjalin kerjasama dalam bidang keagamaan. 

Sebelumnya, pihak kementerian Pariwisata Uzbekistan dan kepala Islamic Civilization Center juga pernah berkunjung ke Bayt Al-Qur’an, yaitu pada 22 Maret 2018. 

Menurut Rozukulov, pemerintah Uzbekistan saat ini sedang menggencarkan promosi pariwisata terutama di bidang wisata religi. Kota-kota di Uzbekistan, antara lain Samarkand dan Bukhara, merupakan kota penting pada masa awal Islam hingga masa berikutnya. Banyak ulama terkemuka dalam berbagai disiplin ilmu yang lahir di negara ini, seperti Imam Bukhari dan Imam at-Tirmidzi di bidang hadis, Ibnu Sina dan al-Khowarizmi di bidang sains dan ilmu pengetahuan, An-Naqsabandi di bidang tasawuf, as-Samarqandi di bidang teologi, dan masih banyak ulama besar lainnya. 

“Menyadari latar belakang sejarah keemasan Islam masa lalu ini, perlu disosialisasikan terutama di negara-negara yang mayoritas muslim,” lanjut Rozukulov, di Jakarta, Senin (14/05).

Kepala LPMQ Muchlis M Hanafi mengatakan, dunia Islam saat ini berhutang jasa kepada para ulama dari Uzbekistan. Imam Bukhari misalnya, hampir semua umat Islam di dunia kenal dengan ulama periwayat hadis yang paling masyhur ini. 

Di Indonesia, jejak pengaruh ulama Uzbekistan saat ini bisa ditemukan di Pantai Utara Jawa, yaitu Makam Syekh Asmoroqondi, yang dikenal sebagai sesepuhnya para Walisongo di Jawa. Selain itu , dari data-data manuskrip yang ada, termasuk koleksi BQMI, kitab "Samarqandi" merupakan kitab tentang aqidah yang paling populer sejak berabad-abad lalu.

Dalam pertemuan tersebut, dibicarakan beberapa peluang kerjasama dalam rangka meningatkan hubungan antara kedua negara, khususnya di bidang agama dan kebudayaan, antara lain pembuatan "Uzbekistan Corner" di BQMI, penelitian tentang Mushaf Alquran kuno yang ada Tashkent dan jejak ulama Uzbekistan di Nusantara. (Syaifuddin)

Sumber : LPMQ Balitbang
Penulis : Kontri
Editor : Khoiron
Dibaca : 339 kali