Senin, 28 Mei 2018

Dapat Beasiswa Studi ke Eropa, Siswi Madrasah Aliyah ini  Beri Kejutan Orangtuanya

  • Rabu, 16 Mei 2018 11:31 WIB
Anisa Farhan (kebaya pink). foto:inmasDKI Jakarta

Jakarta (Kemenag) --- Pasangan Karsa Sukarsa dan Haryanti tak pernah menyangka akan mendapat kejutan di hari wisuda kelulusan putri mereka, Anisa Farhana yang baru menyelesaikan pendidikan di Madrasah Aliyah.

Anisa yang merupakan salah satu siswi kelas XII jurusan IPS Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 10 Jakarta, memberikan kejutan kepada kedua orangtuanya berupa surat panggilan bagi penerima beasiswa dari Universitas Internasional Dubrovnik Kroasia.

“Saya tidak tahu kalau anak saya melamar beasiswa tersebut. Tiba-tiba usai proses wisuda, disampaikan bahwa dia berhasil menjadi salah satu penerima beasiswa full di Universitas Internasional Dubrovnik,” tutur Karsa bangga dan terharu, Sabtu (12/05).

Hal senada pun diungkapkan Anisa, yang tidak memberitahukan kedua orang tuanya saat mengajukan lamaran beasiswa tersebut.

“Semula hanya iseng saja, mengirimkan portofolio. Kebetulan Nisa suka menggambar. Setelah mengirimkan gambar-gambar itu, berapa minggu kemudian , ada surat dari Universitas Internasional Dubrovnik. Di situ kemudian dibilang kalau Nisa diterima,” tutur gadis kelahiran November tahun 1999 ini.

Hobi menggambar yang telah lama ditekuninya menjadikan Nisa, begitu biasa ia disapa, memiilih Jurusan Desain Grafis saat melamar beasiswa tersebut. Dalam surat penerimaan beasiswa tersebut disampaikan bahwa siswi madrasah ini akan memperoleh biaya pendidikan ditambah dengan biaya hidup di sana.

“Nisa akan mendapat tunjangan 800 Euro / bulan,” ujar Anisa.

Tak hanya Karsa dan Haryanti yang terkejut dengan capaian putrinya tersebut. Kepala madrasah MAN 10 Jakarta Sarpandadi pun merasa terkejut dengan capaian anak didiknya tersebut. “Surprise.. !! luar biasa kami bangga,” kata Sarpandadi.

Menurut Sarpandadi, pendaftaran beasiswa dilakukan Nisa melalui internet. Sementara teman-teman seangkatannya sibuk mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN), diketahui bahwa Nisa tidak mengikuti seleksi tersebut.

“Namun pada dasarnya kami mendorong anak-anak untuk kuliah baik di dalam maupun di luar negeri. Prestasi ini tentu amat membanggakan,” ucap Sarpandadi.

Karsa pun merasakan kebanggan serupa. “Dan saya juga berharap peristiwa ini bisa diikuti oleh adek-adek kelas dan bisa menjadi sejarah bagi MAN 10 yang bisa melahirkan generasi yang sudah bisa menjangkau ke luar negeri. Untuk semua kegiatan ini mudah-mudahan menjadi pendorong bagi semua madrasah untuk bisa berprestasi,” tutur Karsa yang juga merupakan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah pada Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta.

Sumber : Inmas DKI Jakarta
Penulis : Indah Limy
Editor : dodo
Dibaca : 809 kali