Minggu, 19 Agustus 2018

Litbang Kemenag Gelar Survei Nasional Indeks Kesalehan Sosial

  • Minggu, 10 Juni 2018 09:46 WIB

Jakarta (Kemenag) --- Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan (BALK) Kementerian Agama kembali menggelar Survei Nasional Indeks Kesalehan Sosial (IKS) tahun 2018.

“Survei sudah dilakukan sejak pertengahan Mei lalu hingga awal Juni. Saat ini tim peneliti sedang melakukan pengolahan data," jelas Muharam Marzuki, Kepala Puslitbang BALK Muharram Marzuki di Jakarta,  Minggu (10/06).

"Hasil survei rencananya akan dirilis bulan Juli, setelah libur lebaran," sambungnya.

Menurut Muharram,  survei ini dilakukab oleh 15 peneliti Puslitbang di beberapa Kabupaten/Kota. Metode pengambilan sampelnya adalah random sampling dengan enam klasifikasi populasi, yaitu: populasi Islam,  Kristen,  Katolik,  Hindu,  Buddha, dan Konghucu.

Lokasi survei di Kota Padang, Kota Pekanbaru, Kota Bandar Lampung, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Bekasi, Karawang, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Kendal, Klaten, Boyolali, Blitar, Malang, Jember, Pontianak, Samarinda, dan Makassar (populasi Islam); Nias Selatan, Deli Serdang, Jakarta Timur, dan Kota Manado (populasi Kristen); Kota Pare-pare dan Manggarai Timur (populasi Katolik); Kota Denpasar dan Gianyar (populasi Hindu); Jakarta Barat (populasi Buddha), dan Kota Bangka (populasi Konghucu).

Tahap pencarian data lapangan berlangsung selama delapan hari, dengan durasi waktu mulai 15 Mei hingga 1 Juni 2018. Pelaksanaan survei ini dikoordinir oleh Bidang Litbang Bimas Agama, Aliran, dan Kerukunan, yang dikepalai oleh Solahuddin.

Menurut Solahuddin,  survei ini menyasar 30 responden di setiap lokasi. "Karena terkait tema kesalehan sosial, maka basis populasinya berangkat dari rumah ibadat," ujarnya.

Ketua Pelaksana Survei Elma Haryani menambahkan,  proses pembahasan desain operasional dan instrumen penelitian melibatkan tim dari Ditjen Bimas agama.  Menurutnya,  itu agar tim peneliti mendapat masukan dan saran bagi penguatan substansi survei kesalehan sosial”.

"Bukan apa-apa, supaya konsep “kesalehan sosial” yang dimaksudkan di sini bisa diterima dan disepakati oleh semua agama," jelasnya. 

Survei Indeks Kesalehan Sosial pernah dilakukan Puslitbang Kemenag pada 2014. Saat itu ditemukan data kuantitatif yang menjelaskan bahwa kesalehan sosial umat dominan dipengaruhi oleh aspek pengetahuan (65%).

Survei IKS 2018 mencoba menelusuri aspek lainnya. Untuk itu, selain pertanyaan soal Sikap Peduli (Caring), Sikap Berbagi (Giving),  Menghargai Perbedaan, Tidak Memaksakan Nilai, Good Governance, Mencegah Kekerasan, Konservasi, dan Restorasi, angket survei ini juga mengangkat soal nilai-nilai luhur yang ditanamkan keluarga (Habituasi Keluarga), tokoh yang menginspirasi, dan program Kementerian Agama. (Edijun)

Sumber : Edijun/Peneliti
Penulis : Dewi Indah Ayu
Editor : Khoiron
Dibaca : 466 kali