Senin, 16 Juli 2018

Lantik Dua Rektor UIN, Menag Ingatkan Dua Misi PTKI

  • Senin, 02 Juli 2018 15:14 WIB
Menag lantik Rektor UIN Arraniry Acah dan UIN Riau di Jakarta. foto:danil

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan dua misi yang harus diemban Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Pertama, membuktikan signifikasi peran dan kontribusi PTKI dalam menjawab kebutuhan kekinian. Kedua, pengembangan moderasi beragama.Hal ini disampaikan Menag saat melantik dua rektor Universitas Islam Negeri (UIN) di Jakarta, Senin (02/07).

“Patut menjadi perhatian kita bersama, pengembangan PTKI di Tanah Air pada dekade ini harus bisa mengemban misi di tataran praktis dan empiris,” tutur Menag.

Adapun dua pejabat yang dilantik, sebagai berikut :

  1. Prof. Dr. Akhmad Mujahidin,S.Ag, M.Ag dilantik sebagai Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau masa jabatan tahun 2018  - 2022.
  2. Prof. Dr. H. Warul Wahidin, AK., MA dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh masa jabatan tahun 2018 – 202

Lebih lanjut, terkait dengan moderasi beragama, Menag minta perlu dan menjadi perhatian bagi para rektor dan segenap civitas akademika PTKI.

“Sinyalemen bahwa pengaruh radikalisme akhir-akhir ini ditengarai masuk ke beberapa kampus perlu menjadi perhatian dan antisipasi kita semua,” pesan Menag.

Menurutnya, diperlukan pencegahan dan penanganan isu radikalisme yang dilakukan secara terpola dan terukur di lingkungan PTKIN.

“Tanpa kepanikan dan tindakan sembrono yang memicu timbulnya polemik,” imbuhnya.

“Para civitas akademika PTKIN, saya minta secara proaktif memanfaatkan ruang media sosial, seminar, pentas seni dan lainnya untuk melakukan counter narasi radikalisme di ruang publik,” tandas Menag.

Menag berpencapat, upaya counter narasi terhadap ekstremisme dan radikalisme sama sekali bukan untuk memberangus kebebasan berpikir dan kebebasan mimbar akademik yang menjadi ciri kebanggaan masyarakat ilmiah secara universal.

"Menangkal ekstremisme dan radikalisme di kampus bukan untuk memasung kebebasan akademik, tetapi justru melindungi dunia akademik dari hal-hal yang menimbulkan kemudharatan yang justru akan memberangus kebebasan akademik itu sendiri," kata Menag. 

Tampak hadir sebagai saksi dalam pelantikan tersebut Inspektur Jenderal Kemenag RI M. Nur Kholis Setiawan dan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI Abdurrahman Mas’ud. Pelantikan juga dihadiri oleh pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenag RI.

 

Sumber : -
Penulis : Indah Limy
Editor : dodo
Dibaca : 2.500 kali