Kamis, 18 Oktober 2018

Menag: Evaluasi Reformasi Birokrasi Penting dan Signifikan

  • Kamis, 09 Agustus 2018 23:48 WIB
Menag (tengah), didampingi Sekjen (kiri) menerima surat tugas evakuator RB dari Sekretaris Deputi Reformasi Birokrasi Kemenpan RB, sebagai tanda kesia

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, evaluasi reformasi birokrasi (RB) merupakan hal yang penting dan signifikan. Pernyataan ini disampaikan Menag saat dilaksanakan Entry Meeting Evaluasi Reformasi Birokrasi Kementerian Agama Tahun 2018, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

“Kegiatan ini penting dan signifikan. Saya harap hal ini bukanlah semata kegiatan yang bersifat rutin dan reguler saja,” tutur Menag dihadapan ratusan pejabat eselon I,II dan III Kemenag, Kamis (09/08).

Menag menyambut baik evaluasi reformasi birokrasi yang akan dilakukan oleh Kemenpan RB pada instansi yang ia pimpin. Ia meminta jajaran Kemenag untuk membantu proses pelaksanaan evaluasi RB yang akan dilaksanakan selama 30 hari kerja sejak tanggal 9 Agustus 2018 ini.  

“Bila tiba saatnya kita meninggalkan Kemenag, mari kita tinggalkan instansi ini dengan kondisi yang jauh lebih baik.   Salah satu wujudnya adalah dengan hasil evaluasi reformasi birokrasi yang baik,” pesan Menag.

Menag mengajak ASN Kemenag untuk memberikan pemaknaan yang lebih mendasar tentang mengapa perlu melakukan evaluasi RB,   yang kemudian akan berdampak pada perbaikan kinerja aparatur sipil negara (ASN) Kemenag. Evaluasi RB menurut Menag menjadi signifikan karena ASN merupakan bagian tidak terpisahkan dari negara ini.

Menag berharap dengan dilaksanakannya evaluasi RB akan berdampak pada perbaikan fungsi negara bagi masyarakat. “Karena salah satu unsur terpenting negara adalah eksekutif atau pemerintah. Dan kita menjadi aparatur sipil negara,menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari unsur negara ini,” kata Menag menambahkan.

Menag pun mendorong jajarannya untuk senantiasa melakukan pekerjaan bagi negara atas dasar cinta. Menurutnya, kenaikan indeks RB, seyogyanya tidak hanya dimaknai dengan peningkatan pendapatan melalui tunjangan kinerja. Namun Menag berharap bahwa akan muncul kesadaran untuk memberikan pelayanan sepenuh hati.

“Bekerjalah untuk negara atas dasar cinta, tanpa mengharapkan pamrih,” pesan Menag.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Syam menargetkan capaian indeks RB tahun 2018 akan meningkat hingga nilai 85,17 atau berada dalam kategori A. Nur Syam berharap reformasi birokrasi yang terjadi di Kemenag, tidak hanya ada pada unit kerja level pusat saja tapi juga menyeluruh pada unit-unit kerja di daerah. 

Sumber : -
Penulis : Indah Limy
Editor : dodo
Dibaca : 636 kali