Kamis, 18 Oktober 2018

Bertemu Santri, Menag Sampaikan Tiga Kepentingan Bersosmed

  • Jum'at, 10 Agustus 2018 18:29 WIB
Menag Lukman saat Kopdar Santrinet Nusantara (foto:Boy Azhar)

Jakarta (Kemenag) --- Tampil berpeci hitam dan kemeja putih dengan bawahan sarung khas batik, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkesempatan berbagi cerita dengan pengelola media sosial (medsos) pondok pesantren bagaimana bermedsos.

“Bersosial media harus tenang. Jangan mudah terbawa emosi,” kata Menag Lukman saat berdialog di acara Kopdar Akbar bersama Santrinet Nusantara sebagai rangkaian acara Hari Santri Nasional tahun 2018, di Jakarta, Jum’at (10/08).

Disampaikan Menag Lukman, dirinya sangat menikmati dalam bersosial media, karena ada beberapa kepentingan. Menurutnya, ada tiga kepentingan dirinya bermedsos.

“Saya menikmati bersosial media, karena saya punya kepentingan, setidaknya pada tiga hal,” kata Menag.

Kepentingan pertama adalah ingin mendapatkan ilmu, ingin mendapatkan informasi. "Itu penting, karena pada sosial media bisa menjadikan banyak tahu hal," ujarnya.

Kepentingan kedua adalah untuk untuk menebarkan pikiran-pikiran. Bahkan, lebih jauh lagi, ujarnya, sosial media dapat menjadi tempat untuk mengartikulasikan pikiran. Sementara kepentingan bermedia sosial yang ketiga adalah untuk hiburan.

“Saya bermedia sosial juga untuk hiburan,” kata Menag Lukman disambut meriah peserta Kopdar.

Dirjen Pendis Kamaruddin Amin (kiri)

Dirjen Pendis Kamaruddin Amin dalam kesempatan sama mengatakan, pondok pesantren yang dihuni ratusan bahkan ribuan santri di dalamnya menjadi satu komunitas yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

“Refleksi santri terkait moderasi beragama saja tidak cukup, tapi interaksi personal harus moderat, tentu harus sejalan dengan ilmu pengetahuan seseorang,” kata Kamaruddin Amin.

Dijelaskan Kamaruddin, seorang santri itu tidak hanya menguasai kitab (ilmu) kuning, akan tetapi juga harus menguasai ilmu putih yakni ilmu-ilmu lainnya seperti penguasaan teknologi utamanya dalam bersosial media dalam menebarkan moderasi beragama.

“Kita harus mengetahui batasan moderasi beragama itu,” kata Kamaruddin.

Sumber : -
Penulis : M Arif Efendi
Editor : dodo
Dibaca : 514 kali