Jum'at, 19 Oktober 2018

Rekomendasi ICON-UCE 2018: Pengabdian Masyarakat Harus Inovatif dan Tidak Coba-Coba

  • Rabu, 10 Oktober 2018 17:56 WIB

Malang (Kemenag)--Gelaran International Conference on University Community Engagement (ICON-UCE) 2018 di UIN Maliki Malang selesai dan menghasilkan sejumlah rekomendasi. Ketua Steering Commitee (SC) ICON UCE 2018 Marzuki Wahid mengatakan, ada empat rekomendasi dari kegiatan ini. 

“Satu, pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh civitas akademika (dosen dan mahasiswa) perlu dilakukan secara kreatif dan inovatif dengan tetap berorientasi pada transformasi sosial yang berkeadilan dan bermartabat,” ujarnya di Aula Lantai 5 Gedung Rektorat, UIN Maliki Malang, Rabu (10/10).

Transformasi tersebut baru akan terwujud ketika landasan pengabdian masyarakat berawal dari permasalahan nyata di tengah masyarakat sehari-hari. Misalnya, masalah ketidakadilan, ketertindasan, kezaliman, peminggiran, dan eksploitasi yang semuanya menyebabkan dehumanisasi.

Rekomendasi selanjutnya, pengabdian kepada masyarakat bukan kegiatan percobaan dengan melibatkan masyarakat sebagai kelinci percobaan. Pengabdian kepada masyarakat harus ditempatkan dalam granddesign tanggung jawab sosial perguruan tinggi yang berkelanjutan dan simultan, dengan perencanaan yang matang dan anggaran yang memadai. 

“Pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan yang sungguh-sungguh berorientasi pada transformasi sosial yang berkeadilan dan bermartabat, ” katanya. 

Rekomendasi berikutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu dimulai dari sesuatu yang kecil dan dari bawah, yang digeluti masyarakat sehari-hari. Pemberdayaan masyarakat wajib mencerdaskan masyarakat sekaligus membantu mereka melaksanakan perubahan sosial tingkat domestik di desa sampai publik di kancah nasional bahkan global. 

“Pengabdian kepada masyarakat perlu menyerap masalah-masalah dasar dan kemampuan dasar yang dimiliki masyarakat, misalnya melalui permainan tradisional, lagu rakyat, dan dongeng, ” ungkapnya. 

Terakhir, perguruan tinggi perlu mempriroitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada “kampung lingkar kampus” atau masyarakat yang hidup sekitar kampus. Tujuannya agar perguruan tinggi tidak terpisahkan dari kehidupan sekitar kampus sehingga lahir suasana kondusif untuk pengembangan intelektual masyarakat kampus.  

“Ini dimaksudkan bukan hanya agar kampus tidak menjadi “menara gading” yang terpisah dari masyarakat sekitar, melainkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan intelektual, pengasahan kematangan sosial, dan penajaman komitmen sosial bagi mahasiswa, dosen, dan warga kampus yang lain. ” ujarnya. (Harun)

Sumber : Diktis
Penulis : Hikmah
Editor : Khoiron
Dibaca : 261 kali