Kamis, 18 Oktober 2018

Menag Minta Muktamar Pemikiran Santri Nusantara Digelar Tiap Tahun

  • Rabu, 10 Oktober 2018 18:34 WIB
(foto: Boy Azhar)

Krapyak (Kemenag) --- Menag Lukman Hakim Saifuddin meminta agar muktamar pemikiran santri nusantara berkesinambungan. Tidak hanya satu dua kali diselenggarakan,  Menag minta forum aktualisasi para santri ini bisa digelar tiap tahun. 

"Harapannya ini menjadi forum tahunan dan bisa menghasilkan rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti.  Bukan saja bagi Kemenag, tapi juga untuk berbagai kalangan," kata Menag usai membuka Muktamar di Krapyak, Rabu (10/10).

Menag menilai muktamar ini sebagai program terobosan Kemenag agar ada forum tahunan bagi santri untuk mengaktualisasikan pemikirannya dalam merespon persoalan masyarakat. Kemenag berkomitmen membuat wadah dalam bentuk muktamar dan di situ akan dibahas beberapa tema keagamaan dan kemasyarakatan.

Misalnya,  kata Menag, munculnya pandangan keagamaan yang ekstrem hingga melahirkan tindakan radikal, harus direspon dunia pesantren. Para ulama, kyai, dan santri punya otoritas untuk membicarakan ini dari perspektif keilmuan yang mereka kuasai.

"Tugas k4mi di Kemenag adalah memfasilitasi kaum santri dan pesantren untuk memiliki forum tahunan, tempat mengaktualisasikan pemikiran," jelasnya. 

Kenapa harus setiap tahun? Menurut Menag, tantangan ke depan sangat dinamis dan itu perlu direspon secara cepat dan tepat. "Setidaknya setiap tahun ada ruang santri untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi umat," tandasnya. 

Muktamar di Krapyak ini akan berlangsung hingga 12 Oktober mendatang.  Muktamar dilaksanakan dalam dua bentuk kegiatan,  yaitu: Special Panel dan Panel Session. 

Kegiatan pertama akan disampaikan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri, di antaranya KH. Afifuddin Muhajir (Majelis Masyayikh), KH. Husein Muhammad, Muazzam Malik (Duta Besar Inggris), Malik Ballen (Director Official, Leiden University), Syaikh Bilal Mahmud Afifi Ghanim (al-Azhar University), dan Dr. Syaikh Salim Alwan al-Husayny (Darul Fatwa Australia). 

Bentuk kegiatan kedua atau Panel Session diikuti 175 peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi call for paper sesuai tema yang akan dibahas di muktamar. 

Event ini digelar sebagai bagian dari rangkian peringatan Hari Santri Nasional (HSN). Puncak peringatan HSN akan digelar di Bandung pada 21 Oktober 2018.

Sumber : -
Penulis : Khoiron
Editor : Khoiron
Dibaca : 251 kali