Kamis, 18 Oktober 2018

Kisahkan Penjual Bakmi dan Penambal Ban Sepeda di Yogya, Menag Ingatkan PPIU Agar Kembali Pada Niat

  • Jum'at, 12 Oktober 2018 04:11 WIB
Menag Lukman Hakim Saifuddin Bersama Pengurus FKS PATUH Jabar. Foto : Sugito

Bandung (Kemenag) --- Hadiri Pengukuhan Forum Komunikasi dan Silaturahim (FKS) PATUH se Jawa Barat, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengisahkan pengalamannya bertemu dengan penjual bakmi dan penambal ban sepeda saat kunjungan kerja ke Yogyakarta untuk sejumlah rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2018.

Menag mengisahkan kala makan malam di sebuah warung bakmi yang begitu diminati warga Yogya dan wisatawan. "Yang beli sampai ngantri-ngantri," ujar Menag melihat animo masyarakat yang ingin makan di warung itu. Akan tetapi si pemilik warung tetap membatasi jam buka warungnya. Jika waktunya tutup, maka ia akan segera menutup warungnya.

"Mengapa tidak diperpanjang jam bukanya?" tanya Menag kepada si pemilik warung bakmi seraya menyarankan untuk menambah jumlah dagangannya.

Si pemilik warung berujar, "Saya diajari orang tua dan guru saya agar tidak ngoyo dalam berusaha."Apa yang cukup untuk dirinya dan keluarganya itulah yang menjadi rejekinya, tubuh perlu istirahat, para karyawan pun butuh istirahat," Menag mengisahkan.

Baca juga: Menag Ingin Umrah Tetap Dikelola Masyarakat

Menag lalu menceritakan kisah pertemuannya dengan seorang penambal ban sepeda, masih di Yogyakarta. "Kenapa masih buka usaha tambal ban sepeda? apa masih ada konsumennya?" tanya Menag mengingat orang Yogya sudah sedikit yang bersepeda.

"Saya buka tambal ban sepeda ini tidak sekedar usaha, tapi saya berniat membantu orang lain, kalau ada orang yang ban sepedanya bocor, maka saya bisa membantunya," ujar si penambal ban sepeda itu menyampaikan alasannya. Meski dalam sehari hanya beberapa orang saja yang jadi pelanggannya atau bahkan tidak ada pelanggan sama sekali, ia mengaku ikhlas karena niatnya adalah untuk membantu orang lain.

Berita terkait: Dirjen PHU Imbau Tokoh Agama Jangan Jadi Marketing PPIU

Berkaca dari dua kisah tersebut, Menag mengingatkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) agar kembali pada niat awal ketika hendak membuka usaha.

"Ketika kita membuka usaha umrah, kembali pada niat awalnya, jika pada awalnya ingin mendapat keuntungan sebanyak-sebanyaknya, maka itulah orientasi kita dan akan menabrak banyak hal jika orientasi kita tidak tercapai," tutur Menag Lukman.

"Tapi kalau kita menata hati, menata niat kita, bahwa ini bagian dari ibadah, bagian dari untuk membantu sesama saudara-saudara kita untuk bisa menjalankan ibadah umrah, saya yakin Allah SWT akan membantu kita," pesan Menag pada para penggiat travel umroh yang tergabung dalam Forum Komunikasi dan Silaturahim (FKS) PATUH Jabar, Kamis (11/10).

Sumber : -
Penulis : Didah
Editor : dodo
Dibaca : 270 kali