Selama 2019, Gerakan SPAK Kemenag Jangkau Lebih 10ribu Orang

Jakarta (Kemenag) --- Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang dilakukan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama terus berjalan untuk menyebarkan nilai-nilai antikorupsi. Selama tahun 2019, hingga pertengahan September ini tercatat telah dilakukan 277 kegiatan sosialisasi dilakukan oleh Agen SPAK Kemenag di seluruh Indonesia. 

"Dari 277 kegiatan tersebut, diperkirakan mampu menjangkau hingga 10.290 orang peserta," jelas Penasihat  DWP Kemenag Trisna Willy Lukman Hakim, saat menjadi  narasumber pada Evaluasi Program Pencegahan Korupsi  SPAK, di Jakarta, Senin (16/09). 

Turut hadir Ketua DWP Kemenag Eny Chumaisiah Nur Kholis beserta jajaran pengurus DWP Kemenag Pusat. 

Angka ini menurut  Willy, diperoleh dari hasil survei Evaluasi Program Pencegahan Korupsi  yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kemenag pada awal September 2019. Survei ini dilakukan terhadap 105 agen SPAK Kemenag yang telah mengikuti training of trainer (TOT) pada Februari 2019 lalu. " Dari 105 kuesioner yang disebarkan, hanya 63 atau sekitar 60 persen Agen SPAK yang mengembalikan kuesionernya," jelas Willy.

Trisna Willy mengapresiasi capaian ini. Terlebih, ini dicapai saat Kemenag mengalami kemelut. "Dulu agen SPAK Kemenag bisa berjalan dengan gagah melakukan pencegahan korupsi saat tidak ada kasus apa pun. Saat ini, ketika Kemenag sedang mengalami goncangan, sosialisasi tetap dilakukan, ini sangat baik sekali," tuturnya.  

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama melalui survei capaian SPAK Kemenag di tahun 2018, tercatat terdapat 1.271 kegiatan sosialisasi SPAK yang dilaporkan oleh 93 agen SPAK Kemenag dari seluruh Indonesia pada periode Maret – Oktober 2018. Saat itu, diperkirakan sekitar 50ribu orang terpapar sosialisasi yang dilakukan oleh agen SPAK Kemenag. 

Keberadaan SPAK menurut Willy memang tidak menjamin perilaku koruptif 100 persen hilang dari Kemenag. Namun, gerakan ini harus terus digulirkan untuk menyebarkan kesadaran anti korupsi.

"Kalau ada yg bilang untuk apa jungkir balik cegah korupsi, toh masih ada yang melakukan di Kemenag, jangan peduli. Sudah jungkir balik saja masih ada yang berbuat hal yang tidak kita inginkan, apalagi kalau tidak lakukan apa-apa," kata istri Menag Lukman Saifuddin ini  di hadapan 100an Agen SPAK Kemenag.

Saat ini, Kemenag memiliki 269 agen SPAK yang telah mengikuti TOT dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan kini telah tersebar di seluruh Indonesia. Para agen ini kemudian melakukan training kepada anggota-anggota DWP Kemenag yang ada di daerah. "Jadi bisa dikatakan, saat ini Kemenag memiliki ribuan  agen SPAK. Dan saya harap akan terus bertambah dan terus menyebarkan virus antikorupsi," imbuh Trisna Willy.