Ini Pesan Wakil Ketua KPK untuk Agen SPAK Kemenag

Jakarta (Kemenag) --- Sejak tahun 2015, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama secara konsisten bergabung dalam gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Bahkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyebut gerakan SPAK Kemenag adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. 

"Setiap saya berkunjung ke daerah-daerah di Indonesia, saya selalu menjadikan Kemenag sebagai contoh. Karena, gerakannya dilakukan dengan masif. Bahkan, ketika saat ini Kemenag tersandung masalah, gerakan SPAK Kemenag masih yang terbanyak melakukan sosialisasi gerakan anti korupsi di Indonesia," ujar Basaria saat menghadiri Evaluasi Program Pencegahan Korupsi di Lingkungan Kemenag, di Jakarta, Rabu (18/09). 

Acara yang digagas oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama ini berlangsung sejak 16-18  September 2019, di Jakarta. Hadir dalam evaluasi tersebut Ketua DWP Kemenag Eni Chumaisiah Nur Kholis, jajaran pengurus pusat DWP Kemenag, serta lebih dari 100 Agen SPAK Kemenag  yang mayoritas berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

Saat ini, Kemenag memiliki 269 Agen SPAK yang telah mengikuti training of trainer dari KPK yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka kemudian melakukan sosialisasi di daerah masing-masing, sehingga menghasilkan ribuan agen SPAK di tingkat lokal.

Seperti diketahui, pada Maret 2019 terdapat oknum ASN Kemenag yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Hal ini menurut Basaria mengecewakan banyak pihak, apalagi di tengah gencarnya upaya pencegahan korupsi di Lingkungan Kemenag.

"Saat itu, tentu saya juga merasa kecewa," katanya tercekat di hadapan lebih dari 100 Agen SPAK Kemenag. 

Apalagi, Basaria mengetahui agen SPAK Kemenag telah mensosialisasikan gerakan tersebut dengan cukup baik. Mulai dari lingkungan keluarga, kantor, hingga madrasah. "Saya mendapat laporan sosialisasi ibu-ibu di madrasah-madrasah. Banyak dilakukan," ujar Basaria.

Namun, Basaria  menyadari bahwa SPAK merupakan gerakan preventif yang hasilnya tidak serta merta dapat langsung dirasakan dan menjadikan Kemenag 100 persen bebas korupsi. Ada tahapan dan proses yang harus dilalui untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi agar mendarah daging. "Jadi jangan kecewa. Ibu-ibu harus tetap semangat menyuarakan gerakan anti korupsi ini," tukas Basaria. 

"Apa pun yang sudah ibu lakukan ini adalah yang terbaik. Jika hasilnya tidak seratus persen, jangan kecewa," imbuhnya. 

Basaria menambahkan, di saat seperti ini ia berharap SPAK Kemenag terus menambah kekuatannya. "Ibaratnya, semakin kita berbuat baik menyebarkan virus-virrus antikorupsi, semakin ada ujian. Jangan menyerah. Ibu-ibu harus tetap semangat,"pesannya.