Ini Pesan Trisna Willy pada Pengajian Terakhir Bersama Dharma Wanita Kemenag

Jakarta (Kemenag) --- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama menggelar pengajian rutin bulanan di Rumah Dinas Menteri Agama Komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (08/10). Dalam kesempatan tersebut, Penasihat DWP Kemenag Trisna Willy Lukman Hakim menyampaikan beberapa pesan kepada para pengurus yang hadir.

Pertama, Willy meminta pengurus dan anggota DWP Kemenag terus memperbanyak teman serta wawasan. Salah satunya dengan terus melaksanakan pengajian rutin bulanan. “Saya berharap pengajian DWP terus berjalan. Selain menambah wawasan juga dapat menumbuhkan silaturahim ibu-ibu antar unit. Orang yang rajin silaturahim akan sehat, ceria, dan penuh kegembiraan,” pesan Willy.


Pengajian rutin bulanan ini merupakan kali terakhir diikuti Willy selaku Penasihat DWP Kemenag. Karena, sang suami Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan mengakhiri masa jabatanya seiring berakhirnya tugas Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK.

Kedua, Willy menyampaikan agar harus bijak dalam bersikap jika mendapati ASN Kemenag yang bersalah. Hal ini menurut Willy kerap dipesankan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya tak ada orang di dunia yang luput dari kesalahan. Walau seseorang bersalah, jangan pernah menghukum mereka dengan rasa benci.

“Jika ada ASN Kemenag yang bersalah dan melanggar, hukumlah karena cinta dan kasih sayang, bukan karena benci,” ujar Willy.

Ketiga, Trisna Willy berpesan agar tiap pengurus DWP Kemenag perlu senantiasa mengupdate berita. “Ibu-ibu DWP harus juga update berita terbaru, seperti moderasi beragama, dan bisa menjadi materi pada pengajian-pengajian yang dilakukan ibu-ibu DWP Kemenag,” kata Trisna Willy.

Keempat, ia berpesan agar DWP Kemenag selalu menjadi garda terdepan untuk menggawangi pencegahan korupsi di Kemenag. "Kita harus terus mendukung suami dan jangan 'Ngerusuhin' kerja suami," pesan Trisna Willy.

Trisna Willy juga menceritakan kenangan mendampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin. Sebelum menjadi Menteri Agama, suaminya sudah berkiprah di DPR/MPR selama 17 tahun.

"Selama Bapak di Legislatif (1997-2014) saya hanya pernah ikut satu kali kunjungan kerja, sewaktu bapak Waka MPR, dua kali ke luar negeri karena Undangan.
Dan sebagai istri Menteri Agama, saya tidak pernah ikut bapak kunjungan kerja ke luar negeri. Pernah mendampingi tiga kali karena memang ada undangan," kata Willy.

Ia memegang prinsip tidak pernah mengikuti Menag kunjungan kerja yang tidak terkait tugas dan fungsi sebagai Penasehat DWP. "Saya terus terang memilih lebih baik liburan bersama keluarga daripada ikut perjalanan yang bukan tugas DWP," cerita Willy.

Saat ini, Willy tetap memegang apa yang telah menjadi komitmennya sebagai pendamping Menag. Jikapun ada beberapa peristiwa di Kemenag, Trisna Willy berharap itu akan cepat selesai. Sebagai istri, ia tetap tegar mendampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin. Trisna Willy yakin, rekam jejak seseoranglah yang akan menunjukkan kebenaran bila saatnya.

"Kata Bapak, rekam jejak kita yang akan membantu kita," ujar Willy mengutip pesan Menag. 

Dalam pengajian ini, anggota dan pengurus DWP Kemenag pun memperoleh materi terkait dengan Pengawasan dengan Pendekatan Agama (PPA) yang disampaikan oleh Siti Mudayaroh. 

Siti Mudayaroh dalam tausiyahnya menyampaikan pengawasan dengan pendekatan agama adalah program Itjen Kemenag yang sifatnya preventif (pencegahan). Tema ini, sangat sejalan dengan narasi yang digaungkan oleh  Penasihat DWP Kemenag Trisna Willy Lukman Hakim bahwa tidak ada fungsi DWP untuk 'ngerusuhin' tugas suami. 

"Gak ada salahnya kita mengambil tema ini. Sebab sejalan dengan Program DWP Kemenag seperti SPAK, PPA, pendampingan dan lainnya," kata Siti Mudayaroh.

"Kita ingin agar semua DWP Kemenag alergi terhadap prilaku koruptif, misalnya, nyerobot antrean, karena mengambil hak orang lain," tambah Siti Mudayaroh.

Ketua DWP Kemenag Eny Chumaisiyah Nur Kholis dalam sambutannya menyampaikan kiranya semua pengurus DWP Kemenag dapat memetik hikmah tausiyah yang disampaikan Hj Siti Mudayaroh. Ia pun mengungkapkan  anyak kenangan bersama Penasihat DWP Trisna Willy, khususnya dalam membangun dan membina DWP Kemenag.

"Kita pisah hanya lahirnya, namun kita bisa terus silaturahim, dan terus menumbuhkembangkan kegiatan-kegiatan DWP Kemenag," kata Eny yang juga menyampaikan cinderamata kepada Trisna Willy.