Haji 2022

450 Koper Bagasi SUB 7 Zero Zamzam

Jeddah (Kemenag) --- Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah terus berlangsung. Satu per satu kelompok terbang (kloter) jemaah haji diberangkatkan.

Sesuai aturan penerbangan, koper bagasi dan tas kabin jemaah tidak diperkenankan membawa air Zamzam. Sepanjang pemulangan sejak 15 Juli 2022, ada saja koper bagasi jemaah yang masih membawa air Zamzam.

Hal berbeda justru terjadi pada jemaah haji Indonesia kloter 7 Embarkasi Surabaya (SUB 7). Para jemaah mematuhi aturan sehingga  dari hasil pemeriksaan 450 koper bagasi jemaah, tidak ada satu pun yang mambawa air Zamzam.

“Ada 450 jemaah, berarti 450 koper Zero zamzam,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan dan Kedatangan dan Kepulangan (Yanpul) Daerah Kerja (Daker) Bandara, Edayanti Dasril di Terminal Haji Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Jumat (22/7/2022).

Dalam proses penimbangan dan pemeriksaan x-ray, kata Edayanti, tidak ditemukan air zam-zam dalam  koper setiap jemaah. “Karena sosialisasinya mungkin, sehingga tidak ada satu persatu langsung gitu ya,” kata Edayanti.

Edayanti mengaku sanget respek dan mengapresiasi edukasi yang dilakukan oleh ketua kloter SUB 7 kepada jemaah haji asal Madiun ini.

“Saya bangga banget sama ketua kloternya yang memang terjun langsung mengedukasi jemaah hajinya. Ketua kloternya orang Bangkalan  Tapi di Surabaya 7 ini dia mimpin rombongan dari Madiun,” papar Edayanti.

Untuk itu, lanjut Edayanti lagi, dia akan mencoba berbicara dengan pimpinan agar ketua kloter tersebut mendapatkan apresiasi dan penghargaan. Sebab, lanjut Eda, kloter Surabaya dalam termasuk yang jemaahnya banyak ditemukan membawa air Zamzam di koper bagasi.

“Saya akan coba ngomong dengan pimpinan bahwa beliau harus diapresiasi. Saat penimbangan barang bagasi juga tidak ada yang lebih 25 kg. Padahal mereka diberikan kesempatan sampai 28 kg,” papar Edayanti.

Edayanti berharap, hal demikian bisa menjadi contoh bagi setiap kloter atau rombongan lain agar proses perjalanan pulang ke tanah air lancar. “Mudah-mudahan ini bisa ditiru oleh sisa kloter yang belum terbang, baik yang akan terbang lewat Jeddah maupun lewat Madinah,” pungkas Edayanti.