Ajarilah Kami Bersikap Jujur dan Rendah Hati

Saudaraku yang dikasihi Tuhan. Menjadi hamba Tuhan memang merupakan panggilan dasar setiap pengikut Kristus. Maria juga dipanggil menjadi hamba Tuhan, yang konsekuen dan konsisten dalam melaksanakan kehendak Tuhan dalam seluruh hidupnya.

Demikian pula Yohanes Pembaptis, dinubuatkan oleh Nabi Yesaya, yang sudah dibentuk Tuhan sejak dalam kandungan ibunya. Yohanes Pembaptis dalam perikop Injil, memberi kesaksian atas kehadiran Sang Mesias, dengan berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia”.

Yohanes Pembaptis adalah seorang saksi sejati dari kehadiran Tuhan. Salah satu ciri yang menonjol dari kesaksiannya adalah ia sudah mengalami dan melihat sendiri kehadiran Yesus. Pembawaan Yohanes Pembaptis sangat sederhana dan rendah hati, ditambah dengan sifat kejujurannya, melengkapi dirinya sebagai seorang saksi. 

Yohanes tidak menyalahgunakan tugasnya untuk kepentingan atau keuntungan diri sendiri. Ia sadar bahwa tugasnya adalah sebagai "pendahulu atau pembuka jalan bagi Sang Mesias”. Sekalipun kewibawaannya sangat besar dan sangat berpengaruh, tetapi Yohanes Pembaptis tetap “tahu diri”, jujur, dan rendah hati. Ia justru berpendirian bahwa Yesus harus semakin besar, sementara dia dan kita semua harus semakin kecil.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan. Dunia tengah mengalami suasana persaingan yang sangat ketat di bidang ekonomi, politik, budaya, pertahanan, pendidikan, dan lain-lain serta orang berlomba untuk meraih prestasi setinggi mungkin. Untuk memperoleh semuanya itu, orang sering menggunakan cara yang tidak terpuji.

Injil hari ini mengajarkan kepada kita tentang kerendahan hati, kejujuran, dan ketulusan. Kita bisa bersikap rendah hati, bila kita sungguh-sungguh merasakan kehadiran Tuhan. Cahaya akan mudah menyebar ke mana-mana. Jika tidak dihalangi pasti akan memancar terus menembus ke mana-mana.

Demikian pula kita, para pengikut Kristus, hendaknya tidak puas hanya menjadi orang yang baik-baik saja (asal tidak konflik dengan orang lain atau bikin onar), tetapi kita harus bisa menjadi lebih baik dan tidak sekadar menjadi orang Katolik yang "minimalis". Kebaikan-kebaikan kita hendaknya tidak disimpan untuk diri sendiri, tetapi harus dapat dipancarkan ke mana saja, menembus batas wilayah administrasi. Namun, hendaknya tetap dilaksanakan dalam semangat kerendahan hati.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan. Seperti Yohanes Pembaptis, kita pun dapat terlibat menyambut kedatangan Yesus dalam hidup sehari-hari. Kita telah dipilih oleh Allah untuk mewartakan kedatangan Yesus dan memperoleh berkat sebagai anak-Nya. Maka marilah kita membagikan berkat kepada alam ciptaan agar dapat merasakan kehadiran Tuhan melalui tindakan dan perbuatan kita yang tulus dan menggembirakan.

Mari kita serahkan perjuangan hidup kita kepada Tuhan, seraya berdoa: “Ya Tuhan, ajarilah kami untuk secara nyata merasakan kehadiran-Mu, sehingga kami dapat menjadi pembawa terang-Mu dan apa yang kami lakukan dalam hidup ini semata-mata demi keluhuran nama-Mu. Jauhkanlah kami dari sifat licik dan sombong”. Amin.

A.H. Yuniadi (Kasubdit Penyuluhan)