Apel Pagi, Dirjen Pendis Ingatkan 5 Budaya Kerja Kemenag

Jakarta (Kemenag) --- Direktur Jenderal Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengimplementasikan lima budaya kerja. Hal ini disampaikan Dirjen Pendis saat menyampaikan amanahnya dalam Apel Pagi, di halaman Kantor Kementerian Agama, Jakarta. 

"Pada kesempatan ini saya ingin mengingatkan bahwa ada fondasi hati yang elementer, kita bekerja bersama, sama- sama melayani umat yang kemudian dielaborasi dan dikukuhkan menjadi budaya kerja di Kementerian Agama," ujar Dhani, begitu ia biasa disapa, Senin (24/1/2022). 

Kemenag, lanjut Dhani, mempunyai nilai budaya kerja yang terdiri dari Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggungjawab dan Keteladanan. "Dan ini agar dicamkan sebagai bagian dari pola kerja kita bersama," tegas Dhani. 

Budaya kerja pertama, yakni integritas, menurut Dhani dapat diwujudkan salah satunya bahwa ASN di Kementerian Agama adalah mereka yang disiplin dan mencintai waktu, menghormati setiap aturan. "Saya berbahagia pagi ini bisa melaksanakan apel sebagai bagian dari disiplin kita,"tutur Dhani. 

Budaya kerja kedua adalah profesional. Menurut Dhani, profesionalisme mensyaratkan agar ASN Kemenag  harus melaksanakan tugasnya secara proporsional dan berbasis keilmuan-keilmuan yang baik. 

"Bahwa kita perlu bekerja dalam suatu bingkai yang sifatnya akseleratif yang kemudian disebut dalam budaya kerja adalah inovasi," imbuh Dhani menyampaikan  budaya kerja ketiga. 

Inovasi, lanjut Dhani, bertujuan untuk menemukan cara-cara baru untuk memuaskan para pengguna layanan Kemenag. "Selanjutnya yang tak kalah penting adalah model tanggung jawab yang kita pahami tidak hanya tanggung jawab dunia tapi juga tanggung jawab akhirat," pesan Dhani. 

"Dan yang terakhir dari nilai budaya kerja kita adalah keteladanan, di mana apa yang kita sampaikan sesungguhnya terekspresikan di tindakan-tindakan nyata," tuturnya. 

Apel pagi yang digelar setiap Senin ini diikuti Pejabat dan ASN Kementerian Agama Pusat secara luring dan daring.