Asrama Haji Jambi Jadi Rumah Isolasi Pasien Covid-19 

Jambi (Kemenag) --- Asrama Haji Embarkasi Antara Provinsi Jambi beralih fungsi sementara menjadi Rumah Isolasi Terintegrasi bagi pasien covid-19. Peresmian alih fungsi tersebut ditandai dengan penandatangan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi  dengan Kantor Kementerian Agama Provinsi Jambi, Senin (9/8/2021). 

Penandatangan nota kesepakatan dilakukan oleh Gubernur Provinsi Jambi Al-Haris dan Plt Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi H. Zoztafia. Menurut Plt Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi Zoztafia, penggunaan asrama haji sebagai rumah isolasi ini sesuai dengan Instruksi Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemanfaatan Asrama Haji sebagai Tempat Penanganan Pasien Corona Virus Disease 2019. 

“Ini merupakan wujud nyata kehadiran Kementerian Agama dalam upaya penanggulangan penyebaran covid-19,” ungkap Zoztafia.

Turut hadir menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan Wakil Gubernur Provinsi Jambi, jajaran pejabat Pemprov Jambi, serta Pejabat Eselon III pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi.

Zoztafia menerangkan, saat ini terdapat tujuh gedung di komplek Asrama Haji Embarkasi Antara Jambi yang digunakan untuk penanganan covid-19. “Enam gedung diperuntukkan sebagai tempat isolasi pasien, sementara satu gedung disediakan bagi tenaga kesehatan yang merawat pasien,” ungkap Zoztafia. 

Seluruhnya, lanjut Zoztafia, terdapat 106 kamar yang dapat digunakan. 37 kamar dilengkapi dengan fasilitas air conditioning (AC) sementara 69 kamar lainnya menggunakan kipas angin. 

“Total ada 220 tempat tidur yang kami sediakan. Terdiri dari 192 tempat tidur pasien, dan 28 tempat tidur bagi tenaga kesehatan (nakes),” ujar Plt Kakanwil Kemenag Jambi. 

Selanjutnya, Plt Ka.Kanwil berharap agar kerjasama antara Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.

“Kita berharap kerjasama yang dibangun akan berkelanjutan, mudah-mudahan kerjasama ini dapat mempererat persatuan kesatuan antar instansi sebab pada dasarnya instansi Kementerian di daerah tentunya tidak bisa lepas dari pemerintah daerah setempat,” harap beliau.

Gubernur Jambi, Al Haris mengapresiasi inisiasi pihak Kementerian Agama yang telah menyediakan Asrama Haji sebagai rumah isolasi sebagai salah satu upaya penanganan penyebaran Covid-19.

“Terima kasih atas keterbukaan Asrama Haji sebagai rumah isolasi. Terutama pada saat terjadinya peningakatan kasus Covid-19 ini, telah berbagai ikhtiar dilakukan termasuk penggunaan Asrama Haji sebagai rumah isolasi sebab dibutuhkan perluasan rumah isolasi bagi pasien Covid-19,” tutur Al Haris. 

“Bagi masyarakat yang terpapar Covid-19 tanpa gejala yang saat ini isolasi mandiri di rumah masing-masing, saat ini sudah dapat isolasi di Asrama Haji, sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” imbuh beliau. (Siska Lidya/Paspihani)