Ikut Bangkitkan Ekonomi Pasca Gempa, Kampus Sigi IAIN Palu Mulai Beroperasi

Palu (Kemenag) --- Kampus baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu tahun ini mulai beroperasi. Kampus ini terletak di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

"Semester depan, tepatnya pada Juli 2021, IAIN Palu akan mulai mengaktifkan kampus baru di Kabupaten Sigi," terang Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Palu, Abidin Djafar, saat berbincang dengan Komunitas SEVIMA di Palu, Senin (19/4/2021).

"Rencana ke depannya, mayoritas kegiatan belajar mengajar akan aktif di Sigi. Saat ini pendaftaran sudah dibuka melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN," sambungnya.

Kampus IAIN Palu termasuk yang terdampak parah saat terjadi gempa bumi. Peristiwa gempa bumi ini bahkan terjadi di Palu empat kali dalam empat tahun terakhir.

Hal ini juga berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Karenanya, Abidin berharap keberadaan kampus akan ikut membangkitkan ekonomi masyarakat, terutama di sekitar kampus.

Sebab, lanjut Abidin, dengan adanya kampus, masyarakat Semanu bisa membuka warung, laundry, kos, maupun melakukan aktivitas dagang lainnya. Akan ada ribuan mahasiswa yang kuliah di Sigi, saat kampus ini beroperasi penuh.

“Sehingga keberadaan kampus IAIN Palu, menjawab keluh kesah yang sering dimiliki masyarakat. Bahwa sulit mencari investor dan investasi di Sulawesi Tengah, akhirnya akan terpatahkan. Sigi akan makin maju, sejahtera lahir batin, karena keberadaan kampus merupakan investasi yang cepat untungnya,” ungkap Abidin.

Tidak hanya cepat, Abidin juga mengungkapkan bahwa dampak keuntungan dari keberadaan kampus akan berlangsung secara keberlanjutan. Sebab, keberadaan kampus adalah investasi pendidikan yang sifatnya kekal abadi dalam diri tiap-tiap anak Kabupaten Sigi.

Dengan berkuliah, masyarakat akan memiliki kompetensi teknis maupun kewirausahaan. Lulusan kampus nantinya dapat menciptakan lapangan kerja, ataupun menjadi magnet tersendiri bagi investor untuk mengembangkan industrinya di Sigi karena di daerah tersebut telah tersedia sumber daya manusia.

“Hal ini (Sigi menjadi magnet investasi) didukung dengan spesialisasi kampus IAIN Palu sebagai kampus pendidikan dan keagamaan, yang mana lulusannya siap kerja dan berkarakter unggul. (Sehingga) Kampus IAIN Palu sangat diharapkan masyarakat Sigi, untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita," imbuh Abidin.

Komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah

Abidin mengungkapkan bahwa untuk pembangunan kampus ini, IAIN Palu mendapat suntikan dana yang bersumber dari Surat Berharga Syariat Negara (SBSN). Dana tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas dan sarana prasarana akademik.

"Lewat skema pembiayaan SBSN dari Kemenag, IAIN Palu membangun tujuh gedung, masing-masing gedung perkuliahan enam gedung dan satu gedung pelayanan administrasi yang semuanya berlantai tiga," lanjut Abidin.

Pembangunan tujuh gedung tersebut dimulai sejak tahun 2017. Namun, dua gedung berlantai tiga yang dibangun di tahun 2017, terdampak gempa pada September 2018. Kemudian, IAIN Palu kembali melakukan pembangunan lima gedung berlantai tiga di tahun 2019 dan 2020 dengan kapasitas mencapai 48 ruang kelas belajar.

"Jadi saya rasa ini patut kita syukuri bersama pembangunan sarana prasarana yang bersumber dari SBSN," kata Abidin.

Ke depan, pembangunan IAIN Palu akan terus berlanjut. Baik berupa penambahan gedung, serta penambahan program studi. IAIN Palu bahkan sudah merancang untuk nantinya bisa memiliki Fakultas Kedokteran.

“Insya Allah tahun 2021 ini, IAIN Palu mendapat restu dari Presiden Republik Indonesia menjadi UIN Palu. Karena semua persyaratan transformasi dari IAIN menjadi UIN, IAIN Palu sudah melengkapinya dan memberikan kepada lembaga-lembaga tertentu yang menilai layak tidaknya IAIN Palu menjadi UIN. Sehingga IAIN Palu jurusannya tidak hanya agama dan pendidikan, tapi juga kedokteran,” terang Abidin.

Kesuksesan pembangunan juga tak bisa dilepaskan dari Pemerintah Daerah. Karena Pemerintah Kabupaten Sigi yang menyediakan tanah sejumlah 21 hektar. “Pegembangan ini untuk mendukung ketersediaan sarana prasarana agar kegiatan akademik berjalan maksimal. Saat ini, pengembangan Kampus 2 IAIN Palu luas lahannya mencapai 21 hektar. Bahkan Bupati Kabupaten Sigi memberikan kembali lahan seluas 40 hektar, namun ini masih dalam bentuk pernyataan,” pungkas Abidin.