Berani Memperbaiki Kesalahan

Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan, baik kecil maupun besar, disengaja maupun tidak, serta baik berupa kesalahan tindakan, ucapan, maupun sikap. Setiap orang juga punya sikap individualistik.

Setiap perbuatan (tindakan/ucapan/sikap) atau keputusan dan kebijakan yang dilakukan, harusnya mempertimbangkan kebenaran dan kesepakatan masyarakat umum atau lingkungan sekitar. Hal ini penting untuk menghindari konflik atau ketidaksepahaman.

Dalam Kitab Si Shu bagian Lunyu Jilid XB Pasal 30, disebutkan, Nabi bersabda: “Bersalah tetapi tidak mau memperbaiki, inilah benar-benar kesalahan”

Kemudian dipertegas kembali dalam Kitab Si Shu bagian Lunyu Jilid 1 Pasal 8 Ayat 4, “Bila bersalah janganlah takut memperbaiki.”

Nabi Kongzi meneladani kepada kita sebagai manusia agar berani dalam  melakukan suatu perbuatan, baik dalam bentuk tindakan, ucapan, atau sikap, serta berani untuk mengambil suatu keputusan dan kebijakan yang kita anggap benar. Apabila di kemudian hari tindakan tersebut dianggap salah, maka sudah sewajarnya kita lebih berani untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Dalam Agama Khonghucu, suatu kesalahan akan dianggap salah apabila tidak adanya tindakan yang diambil (apatis) oleh umat Khonghucu untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Memperbaiki kesalahan merupakan salah satu hal yang penting dalam membina diri (xiu shen). Salah satu cara termudah agar kita dapat memperbaiki kesalahan ialah dengan “menyerang keburukan diri sendiri, dan tidak menyerang keburukan orang lain”.

Setelah itu, agar proses pembinaan diri kita berjalan maksimal, maka sudah sewajarnya kita “mengendalikan nafsu dengan mengurangi keinginan”.

Penulis merasakan keresahan yang mendalam, bulan Juli 2021 ini, pandemi terus berkembang dan bahkan menjadi wabah yang lebih menyakitkan daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini selaras dengan pesan tulisan ini, bahwa sebagai manusia tentu kita harus berani memperbaiki kesalahan yang kita lakukan selama ini.

Berikut contoh tindakan yang perlu diperbaiki:

1. Kesalahan kecil dengan dampak yang kecil: yaitu salah menggunakan masker, dalam keadaan sendiri. 

2. Kesalahan kecil dengan dampak yang besar: salah menggunakan masker ketika berkerumun, (akhirnya menyebabkan banyak teman yg terkena Covid-19, dari kita)

3. Kesalahan besar dengan dampak yang besar: Positif Covid kemudian bertemu dengan banyak orang (kerumunan), akhirnya menyebarkan wabah tersebut ke orang sekitar.

Contoh-contoh di atas merupakan hal-hal yang keliru dan salah, dan sudah sewajarnya sebagai seorang manusia, kita berani berubah dan memperbaiki kesalahan tersebut. Dunia saat ini sedang berubah. Maka, kita juga harus berani menghadapi perubahan tersebut.

 

Desdiandi Hartopo (Tokoh Pemuda Agama Khonghucu)