Berita Besar bagi Dunia

Perkembangan teknologi dunia sekarang ini begitu pesat, sehingga segala berita atau informasi tentang sesuatu begitu cepat didengar. 

Namun sayangnya, berita-berita hoax, ujaran kebencian, fitnahan, info negatif yang menakutkan, melemahkan, bahkan membuat orang panik dan gelisah, justru kadang mendominasi. Herannya lagi, untuk terkenal dan laku di layar TV dan medsos, ada juga orang yang sengaja melakukan tindakan buruk, melawan norma agama dan budaya.

Inilah tantangan zaman yang kita hadapi sekarang ini. Hati dan pikiran manusia cenderung kepada berita bohong dari pada kebenaran. Dalam 2 Timotius 4 : 4 disebutkan, “Mereka memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng".

Suatu hari, Pdt. Billy Graham, datang mengadakan KKR di sebuah kota. Ada satu orang yang begitu mengagumi Pdt. Billy Graham. Dia rela menunggu sampai berjam-jam kedatangan Billy Graham, hingga bertemu, menyalami dan berbicara. Kepada Billy Graham, dia berkata, "Pdt Billy, engkau adalah seorang Pendeta besar!"

Mendengar itu, Pdt. Billy Graham berkata, "Tidak! Saya bukan Pdt Besar, tetapi yang aku sampaikan dan kuberitakan adalah berita besar."  Dalam nats firman Tuhan (Lukas 2 : 8-20) dijelaskan, Malaikat Tuhan membawa berita besar kepada para gembala yang sedang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka waktu malam. 

Apakah berita besar itu? Berita sukacita bagi seluruh dunia, yaitu ayat 11, “hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di Kota Daud".

Berita ini adalah kabar baik, kabar kesukaan, sukacita, menggembirakan  seluruh manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, ibarat seseorang telah jatuh ke dalam lumpur hidup, maka seseorang itu membutuhkan pertolongan di luar dirinya. Manusia berdosa membutuhkan Juruselamat untuk membebaskannya dari segala hukuman dosa, dan kuasa maut. 

Adam dan Hawa yang telah jatuh ke dalam dosa mereka berpaling dan meninggalkan Allah, mereka bersembunyi, tidak mampu menghampiri Allah, tetapi kasih dan kepeduliaan Allah dinyatakan dan diproklamasikan melalui Tuhan datang mencari dan memanggil Adam dan Hawa. 

Berita keselamatan inilah yang disebut berita besar bagi dunia, Mengapa?

Pertama, karena berita keselamatan itu tidak hanya diperuntukkan bagi satu bangsa, suku, atau pada segelintir manusia, tetapi diberitakan pada semua orang dan semua bangsa. Artinya, kabar baik (keselamatan) adalah kebutuhan bagi seluruh manusia, bangsa dan dunia ini. Waktu Yesus lahir,  berita itu tidak hanya disampaikan pada mereka yang ada di sekitar tempat Yesus dilahirkan tetapi juga diberitakan pada mereka yang jauh dari tempat itu, yaitu kepada orang-orang majus dari timur.

Juga bukan hanya kepada orang-orang besar, berita itu diperdengarkan, seperti kepada raja Herodes, namun juga disampaikan kepada mereka yang dianggap masyarakat rendah atau miskin seperti gembala. Itulah kabar baik, itulah berita besar bagi kita semua bahwa Tuhan mengasihi semua manusia. Karena itu, di sini kita belajar untuk mengasihi, menerima  dan memperhatikan bagi semua orang apapun latar belakangnya.

Kedua, karena berita keselamatan itu adalah sumber sukacita bagi seluruh dunia. Berita kelahiran Yesus adalah sumber sukacita bagi manusia yang telah kehilangan damai sejahtera, sukacita, dan kemuliaan Allah. Adam dan Hawa waktu jatuh ke dalam dosa mereka kehilangan sukacita, damai sejahtera, dan hidup mereka penuh dengan ketakutan. 

Dosa membawa ketakutan bagi manusia. Tetapi Yesus datang membawa sukacita bagi kita semua, karena itu para gembala setelah berjumpa dengan Yesus yang adalah inti dari berita itu. Hidup mereka diubahkan sehingga mereka pulang dengan sukacita.

Ketiga, karena melalui berita besar ini kita dipanggil untuk mewartakannya bagi dunia. Seperti para gembala di padang, mereka tidak saja mendengar, dan menikmatinya tetapi juga terpanggil untuk memberitakan bagi orang-orang lain.

Demikian juga Maria ketika malaikat datang membawa kabar itu bagi dia, meskipun berita itu mengagetkannya dan sesuatu yang sulit ia terima sebagai seorang wanita muda yang masih perawan, tetapi Maria akhirnya berkata “Sesungguhnya aku inilah hamba Tuhan, jadilah kepadaku seperti perkataanmu itu".

Maria sadar bahwa panggilan hidupnya adalah panggilan untuk menjadi alat dan berkat bagi dunia ini. Kerelaan dan ketaatan Maria telah membawa berkat dan sukacita besar bagi dunia ini. Panggilan hidup kita sebagai orang-orang yg telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah panggilan untuk menjadi saksi dan alat bagi kemuliaanNya, kapan pun dan di mana pun.

Hidup kita bukan tentang kita, tapi tentang Dia; bukan agenda kita, tapi agenda Dia; bukan berita/kisah kita, tapi berita/kisah Dia. Orang Kristen hidup di dalam dunia ini sebagai saluran berkat bagi semua orang. Seperti doa dari seorang Fransiskus. 

“Tuhan jadikanlah aku alat damai sejahtera, di mana ada kebencian kiranya aku menabur kasih, di mana luka, kiranya aku memaafkan, di mana ada keraguan kiranya aku menabur iman, di mana ada keputusasaan kiranya aku menabur pengharapan, di mana ada kegelapan kiranya aku menabur terang, di mana ada kesedihan kiranya aku menabur sukacita."

Biarlah ini menjadi doa dan kerinduan setiap kita, anak-anak Tuhan dalam setiap karya dan profesi bidang kehidupan kita untuk menjadi saluran berkat dan alat bagi kemuliaanNya. Marilah kita hidup mewujudkan Kerajaan Allah hadir di tengah-tengah keluarga, pekerjaan, usaha, dan di tengah-tengah masyarakat dengan menebar kasih dan terang Kristus kepada sesama kita, selagi masih ada kesempatan. Amin, Tuhan memberkati.

 

Pdt. Noi Zega, M.Th (Ketua Sinode Gereja Eleos Indonesia)