Bertemu Kakanwil se-Indonesia, Ini Enam Pesan Menag 

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta seluruh jajarannya untuk segera menindaklanjuti program prioritas yang telah ditetapkan dan berkonsentrasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Menag saat menghadiri Silaturahmi Forum Komunikasi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia, di Jakarta. 

“Saya minta, arahkan konsentrasi kita untuk melayani seluruh masyarakat. Ingat kita berada di Kementerian Agama yang harus melayani seluruh umat beragama, bukan hanya satu agama saja. Saya tidak mau lagi mendengar ada korupsi, kolusi, bahkan diskriminasi di kementerian ini,” kata Menag Yaqut, Senin (12/04). 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar, Staf Khusus Menag, Ketua Forum Kakanwil Saiful Mujab, dan Sekretaris Forum Kakanwil Fesal Murad. 

Menag juga berkomitmen dalam masa kepemimpinannya harus  dilakukan perbaikan tata kelola birokrasi dan layanan publik. Hal ini menurutnya tidak akan tercapai tanpa peran Kakanwil yang merupakan perpanjangan birokrasi Kemenag di daerah. 

Karenanya, Menag menekankan enam hal yang harus diperhatikan oleh para Kakanwil. Pertama, setiap Kakanwil perlu mengintensifkan koordinasi dan komunikasi. “Koordinasi dan komunikasi ini bukan hanya dilakukan secara internal. Tapi saya minta Kakanwil juga membangun komunikasi dengan berbagai stake holder dan pihak terkait di daerahnya, termasuk Pemda,” tegas Menag. 

Kedua, Menag meminta tiap Kakanwil untuk responsif terhadap permasalahan yang terjadi di wilayahnya. “Jika ada masalah terkait kerukunan umat beragama di wilayahnya coba segera diselesaikan. Jangan berlarut-larut. Bila Kakanwil tidak mampu menyelesaikan, baru komunikasikan ke pusat. Tapi sebisa mungkin, selesaikan di level lokal,”kata Menag. 

Ketiga,  Menag menegaskan tidak akan menoleransi adanya transaksional jabatan di lingkungan Kemenag. Hal ini menurut Menag sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo saat melantik dirinya. “Biar cerita masa lalu kalau memang itu pernah terjadi. Sekarang saya tidak mau dengar ada itu lagi,” kata Menag. 

“Jangan coba-coba melakukan transaksional jabatan di Kemenag. Selama saya diberikan kepercayaan untuk mengemban amanah di kementerian ini, maka saya berusaha tidak akan menempatkan seseorang karena faktor like dan dislike. Apalagi ada transaksional jabatan,”imbuhnya. 

Keempat, tidak boleh ada lagi terjadi pemotongan bantuan. Gus Menteri, begitu ia biasa disapa, menegaskan bahwa dirinya tidak akan segan untuk melibatkan aparat penegak hukum bila masih mendengar adanya pemotongan bantuan. 

“Saya minta bila Bapak Ibu mengetahui mungkin ada oknum staf kita yang masih melakukan pemotongan bantuan, atau melakukan pungli, segera ditertibkan. Karena kalau tidak, saya akan menggunakan aparatur hukum, bukan hanya inspektorat. Saya mohon betul, cek setiap penyaluran bantuan ini,” kata Menag. 

Kelima, Menag meminta jajarannya tidak berlebihan dalam penyambutan menteri atau pimpinan. Dan terakhir, Menag meminta jajarannya untuk segera mengimplementasikan program prioritas yang telah disepakati dalam Rakernas lalu. 

Enam program prioritas Kemenag meliputi: 
a.    Penguatan Moderasi Beragama di internal Kementerian Agama dan masyarakat
b.    Transformasi Digital untuk layanan publik dan kinerja aparatur
c.    Revitalisasi KUA sebagai etalase layanan keagamaan 
d.    Kemandirian Pesantren agar pesantren memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan sehingga dapat menjalankan fungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat secara optimal
e.    Cyber Islamic University untuk memberikan akses pendidikan berkualitas dan merata
f.    Religiosity Index sebagai alat ukur untuk menjadikan Indonesia sebagai barometer kualitas ukhuwah islamiyah, wathoniyah dan basyariyah