Biasa Liburan ke Eropa, Menteri Saudi: Sekarang akan Sering ke Indonesia

Banten (Kemenag) --- Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi, Syaikh Abdullatif bin Abdulaziz mengaku sangat terkesan dengan Indonesia. Kesan ini disampaikan Syaikh Abdullatif jelang kepulangannya ke Arab Saudi di Bandara Seokarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Syaikh Abdullatif menyampaikan kesan itu saat manjawab pertanyaan Ibu Eny Yaqut yang ikut mendampingi Menag Yaqut Cholil Qoumas di VIP Room Bandara Soetta. 

"Saya biasanya liburan ke Eropa. Mulai sekarang saya akan sering ke Indonesia," ujar Syaikh Abdullatif yang menganggap Eny Yaqut sebagai putrinya, Rabu (30/3/2022). Ikut mendampingi, Dubes Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abbed Althagafi.

Syaikh Abdullatif berkunjung ke Indonesia selama tujuh hari. Selain bertemu dengan Wapres KH Ma'ruf Amin, Menag Yaqut, Ketum PBNU, pimpinan Muhammadiyah dan ormas Islam lainnya, Menteri Urusan Islam Saudi ini juga menyempatkan diri berlibur ke kawasan Bogor.

Kepada Menag dan Eny Yaqut, Syaikh Abdullatif menyampaikan kekagumannya dengan keramahan masyarakat Indonesia. Dia dan jajarannya sempat berkunjung ke Taman Bunga Cibodas dan bertemu banyak orang yang selalu tersenyum menyapanya. 

Syaikh Abdullatif juga terkesan dengan keindahan panorama kawasan Bogor. Menurutnya, udara kawasan Cibodas sangat bersih. Dia berencana untuk kembali ke Indonesia bersama istri dan keluarganya.

"Saya akan bawa keluarga ke Indonesia. Saya sudah mengambil foto banyak di Cibodas dan sekitar Puncak untuk diperlihatkan ke mereka," ujarnya. 

"Selamat Indonesia punya lokasi yang sangat bagus," sambungnya.

Saking terkesan, Syaikh Abdullatif mengagendakan untuk menggelar Muktamar Menteri Agama se ASEAN di Indonesia. Dia mengaku sudah mendiskusikan hal tersebut dengan jajarannya dan bersepakat tahun ini diselenggarakan di Indonesia. Hanya, untuk lokasi, Syaikh Abdullatif menunggu rekomendasi dari Menag Yaqut.

"Kami sudah berdiskusi dan bersepakat bahwa tempat muktamar di Indonesia. Adapun di mana lokasinya, masih menunggu rekomendasi Menag," sebut Syaikh Abdullatif.

Atas rencana tersebut, Menag merekomendasikan Bali sebagai lokasi muktamar. Menurutnya, 
fasilitas layanan kelas internasional di Bali sudah sangat memadai.

"Pemerintah pasti senang kalau di Bali karena itu menjadi daerah prioritas," respons Menag.

Ikut mendampingi Menag, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Staf Ahli Menag Adiyarto Sumardjono, Staf Khusus Menag Wibowo Prasetyo, Sesditjen Bimas Islam Fuad Nasar, serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor.