Bicara Hasil R20, Stafsus Ajak Pemuda Jadi Pelopor Dialog Umat yang Jujur dan Realistis

Magelang (Kemenag) --- Staf Khusus Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi Wibowo Prasetyo mengajak pemuda menjadi pelopor dalam dialog antarumat beragama yang dilakukan secara jujur dan realistis.

Ajakan ini disampaikan Wibowo, panggilan akrabnya, saat berbicara pada acara Yobbana Dhamma Samaya di Magelang, Jawa Tengah. Helat yang digelar Ditjen Bimas Buddha ini merupakan ajang pertemuan pemuda pemudi Buddhis nasional.

Helat ini digelar sekaligus sebagai salah satu agenda pemanfaatan Candi Borobudur sebagai pusat ibadah agama Buddha Indonesia dan dunia.

Menurut Wibowo, saat ini masih berlangsung G20 di Bali. Sebelumnya, telah digelar juga forum Religion of Twenty atau R20 yang menghasilkan satu gerakan global, sekaligus sebagai kontribusi aktif dan positif terhadap pembangunan manusia dan masa depan yang lebih baik bagi peradaban manusia.

Forum R20, kata Wibowo, telah menghasilkan 11 komunike yang menjadi seruan bersama para pemuka agama dari 32 negara. "Salah satu seruan yang penting adalah mendorong percakapan yang jujur dan realistis di dalam dan di antara umat beragama guna menjamin agar agama berfungsi sebagai solusi yang asli dan dinamis, bukan sebagai masalah," terang Wibowo di Magelang, Rabu (16/11/2022).

Seruan ini memberikan penegasan bahwa kehidupan yang harmonis hanya dapat dicapai dengan meningkatkan kebersamaan dalam masyarakat. Sebab, lanjut Wibowo, kerukunan yang bersifat dinamis ini juga membuka peluang adanya pihak-pihak yang menginginkan instabilitas  dan disharmoni, yang tentu saja akan mengganggu stabilitas nasional.

"Untuk itu, apa yang dimuliakan oleh agama harus dihormati," pesannya. 

"Kebersamaan dan toleransi dapat menjamin terjalinnya kehidupan yang rukun, penuh pengertian, saling hormat menghormati di antara satu dengan yang lainnya. Ketenteraman, kedamaian, dan keteduhan dalam kehidupan beragama pada akhirnya akan menyumbang terciptanya perdamaian dunia," sambungnya.

Kepada para pemuda pemudi Indonesia, Wibowo mengajak untuk terus mengedepankan keikhlasan dan kebesaran hati dalam menyikapi keberagaman dalam kehidupan bersama. Sehingga, terjaga ketertiban dan ketenteraman dalam kehidupan. 

"Ini juga sejalan dengan pesan penting Buddha dalam Dhammapada Syair 223, yang menjelaskan: “kalahkan amarah dengan cinta kasih; kalahkan kejahatan dengan kebajikan; kalahkan kekikiran dengan kemurahan hati; kalahkan kebohongan dengan kejujuran”," tuturnya.

Wibowo berharap, Yobbana Dhamma Samaya dapat menjadi momentum dalam merealisasikan program restorasi Borobudur yang berfokus pada nilai-nilai spiritual dan pendidikan dari situs Borobudur yang bersifat universal, inklusif, yang dapat diterima oleh semua masyarakat.

Dia menilai, Yobbana Dhamma Samaya menjadi saat yang tepat bagi setiap pemuda untuk merealisasikan dirinya menjadi pemuda yang cerdas, mandiri, dan toleran sekaligus menjadi influencer dalam suksesnya program pemanfaatan Candi Borobudur untuk kepentingan agama.

Hadir dalam kesempatan ini, Dirjen Bimas Buddha Supriyadi dan Direktur Urusan Pendidikan dan Agama Buddha Nyoman Suriadarma, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota Magelang, sejumlah tokoh agama Buddha, dan unsur Forkopimda Kota Magelang.