BPJPH Kemenag - Pemkab Banyuwangi Bahas Kolaborasi Jaminan Produk Halal

Banyuwangi (Kemenag) --- Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) terus membangun kolaborasi dengan berbagai instansi terkait dengan jaminan produk halal (JPH). Terbaru, jajakan kolaborasi dilakukan BPJPH dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

Hal ini tercetus dalam pertemuan Sekretaris BPJPH Arfi Hatim dan Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Mastuki dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Mujiono, di Banyuwangi, Kamis (14/7/2022). 

Pertemuan berlangsung di Mall Pelayanan Publik Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.  Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Mastuki menyampaikan bahwa Banyuwangi adalah lokasi yang sangat strategis untuk melakukan kerjasama Jaminan Produk Halal khususnya dalam berkontribusi terhadap pariwisata halal.
 
“Sebelum ke Banyuwangi kami telah bertemu dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang sangat concern soal halal dan menargetkan pada tahun 2022, Jawa Timur mensertifikasi 2,5 juta produk bersertifikat halal," ungkap Mastuki.

Banyuwangi, lanjut Mastuki, merupakan bagian yang sangat penting dalam pembangunan ekosistem halal di Jawa Timur. "Karena sebagai Kabupaten terbesar di Pulau Jawa, juga destinasi wisata yang sangat populer maka kami datang untuk melakukan silaturahmi tidak hanya berhenti disitu, tapi juga mengajak untuk berkolaborasi terkait dengan mekanisme pelaksanaan fasilitasi sertifikasi halal,” terang Mastuki.

Mastuki juga memaparkan bahwa pada tahun ini BPJPH telah berhasil memfasilitasi sebanyak 25 ribu pelaku UMK untuk mendapatkan sertifikasi halal melalui mekanisme self declare. BPJPH juga bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk mendukung program ini melalui anggaran APBD. Ia berharap, hal ini juga dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. 

Sekretaris Daerah Pemkab Banyuwangi Mujiono menyambut baik usulan BPJPH. 
 “Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dari BPJPH yang telah datang jauh-jauh ke Banyuwangi untuk bersilaturahmi. Betul memang saat ini eranya kita bersinergi dan berkolaborasi," tutur Mujiono. 

Menurut Mujiono, di Banyuwangi ini setelah pandemi menurun telah menyelenggarakan 99 festival nasional maupun internasional. "Di dalamnya ada produk-produk unggulan kami baik itu makanan, hingga batik, hal ini tentunya akan kami bahas lebih mendalam lagi skema anggarannya baik itu untuk tahun 2022 atau bisa juga nanti di tahun 2023,” terang Mujiono.
 
Selanjutnya Mujiono mengatakan sangat mendukung kolaborasi ini, karena dengan adanya label halal masyarakat akan mantap dalam mengonsumsi sebuah produk.
 
Selain ke Mall Pelayanan Publik, tim layanan sertifikasi halal juga mengunjungi Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA), Diskominfo Banyuwangi, Asosiasi UMK, hingga sentra industri kreatif untuk menyerap seluruh masukan serta inovasi yang diterapkan.  (farhan)