Cakka: Empat Roda Keberuntungan

Cattārimāni, bhikkhave, cakkāni, yehi samannāgatānaṃ devamanussānaṃ catucakkaṃ vattati, yehi samannāgatā devamanussā nacirasseva mahantattaṃ vepullattaṃ pāpuṇanti bhogesu. Katamāni cattāri? Pati¬rūpa¬desa-vāso, sap¬purisā¬vassayo, atta¬sammā¬paṇi¬dhi, pubbe ca katapuññatā—imāni kho, bhikkhave, cattāri cakkāni, yehi samannāgatānaṃ devamanussānaṃ catucakkaṃ vattati, yehi samannāgatā devamanussā nacirasseva mahantattaṃ vepullattaṃ pāpuṇanti bhogesūti.

“Para bhikkhu, terdapat empat roda. Ketika empat roda ini berputar, maka para deva dan manusia yang memilikinya akan segera mencapai kebesaran dan kekayaan berlimpah. Apakah empat ini? Menetap di tempat yang sesuai, bersahabat dengan orang baik, tekad yang benar, dan himpunan jasa yang dilakukan di masa lampau. Ini adalah keempat roda itu. Ketika keempat roda ini berputar, maka
para deva dan manusia yang memilikinya akan segera mencapai kebesaran dan kekayaan berlimpah.” (Cakka Sutta)

Kesejahteraan dan keberuntungan merupakan dambaan bagi setiap manusia. Manusia seperti berlomba untuk memperoleh kesejahteraan. Kesejahteraan seolah menjadi penanda bagi kesuksesan manusia, di mana orang yang sejahtera dianggap sebagai orang yang sukses, sebaliknya orang yang kurang sejahtera dianggap sebagai orang yang kurang sukses bahkan gagal. Terobsesi dengan kesejahteraan, berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkannya mulai dari upaya yang berlandaskan pada etika dan moralitas sampai pada upaya yang cenderung melanggar etika dan moral. 

Dhamma ajaran Buddha menyatakan bahwa kesejahteraan, kebesaran, kekayaan berlimpah bukan merupakan sesuatu kondisi yang kebetulan melainkan sebuah kondisi yang perlu diupayakan. Keberuntungan, kesuksesan bukan merupakan pemberian tetapi hasil dari usaha terus menerus tanpa henti secara konsisten. Usaha tidak akan mengkhianati hasil, demikian prinsip dasar hukum karma, sebuah hukum kausalitas sebab akibat yang mengatur perbuatan dan hasil perbuatan. Usaha yang sungguh-sungguh akan mampu memberikan hasil yang optimal sebaliknya bermalas-malasan akan menjerumuskan orang pada jurang kegagalan.

Dari prinsip ini diketahui bahwa keberuntungan merupakan sesuatu yang diciptakan dengan sengaja, keberuntungan berupa kesuksesan, kesejahteraan memerlukan prakondisi, prasyarat yang bermuara pada pada keberuntungan. Ibarat tanaman berbuah memerlukan kondisi yang cocok berupa cuaca, musim, kadar air dan pupuk maka keberhasilan keberuntungan memerlukan berbagai elemen lain yang mampu menumbuhkannya menjadi kenyataan. 

Berdasarkan kitab suci Tripitaka bagian Angguttara  Nikaya, Catukkanipātapāḷi, Cakkasuttaṁ terdapat empat (4) elemen pokok yang mampu menghantarkan keberuntungan, kesuksesan, kesejahteraan dan kelimpahan. Dengan memiliki 4 kondisi atau elemen ini maka manusia akan menuju puncak kesuksesan duniawi yang diidamkan. Kitab suci memberikan perumpamaan kepada 4 kondisi atau elemen sebagai roda dengan asumsi sama seperti roda pedati yang mampu menghantarkan pedati kepada tempat yang dituju, demikian pula 4 elemen atau kondisi dimaksud akan mampu menghantarkan manusia pada tujuan kesuksesan dan keberuntungan hidup. 

Empat kondisi yang diumpamakan sebagai roda pembawa keberuntungan adalah: Patirupadesavasa: bertempat tinggal di tempat yang sesuai; Sappurisapassaya: bersahabat dengan orang-orang yang baik; Attasammapanidhi: memiliki tekad yang benar; Pubbekatapuññata : memiliki bekal atau simpanan jasa kebajikan. 

Kesuksesan atau keberuntungan di sini secara tegas bukan merupakan sesuatu yang kebetulan melainkan sebuah hasil dari usaha. Bertempat tinggal di lingkungan yang aman, tentram dan kondusif jelas memberikan kesempatan dan kemudahan akses pada keberuntungan dan kesuksesan. Bersahabat dengan orang baik akan memberikan inspirasi, vibrasi kebajikan sehingga kita terbiasa dengan nilai-nilai kebajikan dan moralitas ini jelas membawa keberuntungan. 

Memiliki tekad yang benar adalah nilai internal yang sangat diperlukan dalam menuntun seseorang menuju kesuksesan dalam usaha apapun. Bekal kebajikan jelas akan melapangkan setiap usaha yang ditempuh menuju kesuksesan. Memadukan keempat kondisi ini seperti memadukan roda pengantar yang sangat efektif melaju pada puncak kesuksesan dan keberuntungan.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.