Ciri Berpikir Modern dan Khonghucu

Khonghucu adalah salah satu agama tertua di dunia. Bahkan di Indonesia, Khunghucu adalah agama yang paling tua di antara enam agama lainnya. Meski demikian, ajaran Khonghucu masih sangat relevan untuk zaman sekarang. Karena di dalamnya manusia diajarkan untuk membina diri mengikuti perkembangan jaman dan aturan yang berlaku dalam kehidupan.

Untuk mengikuti perkembangan zaman, manusia dituntut selalu dapat berpikir modern. Menurut Khonghucu, berpikir modern adalah berpikir maju, mengikuti perkembangan zaman, dapat mentransformasi hal yang lama ke hal yang baru, serta mengajarkan siswa untuk berpikir kritis, analisis, rasional, empiris, dan benar

Dalam Lun Gi  jilid II: 11 tertulis; Nabi bersabda, “Orang yang memahami ajaran lama lalu dapat menerapkan pada yang baru, dia boleh dijadikan guru.” Lun Gi jilid VII: 20 tertulis, “Aku bukanlah pandai sejak lahir, melainkan Aku menyukai ajaran-ajaran kuno dan dengan giat mempelajarinya.”

Dari dua ayat di atas dapat disimpulkan bahwa manusia harus selalu belajar untuk mengikuti perkembangan zaman, memahami ajaran lama dan menerapkannya pada yang baru. Itu berarti kita harus memahami ajaran lama dan kemudian memodifikasinya dan menerapkannya mengikuti perkembangan zaman. Contohnya, pada zaman Nabi belum ditemukan kertas, sehingga semua kitab ditulis di bambu. Tetapi pada zaman sekarang, semua kitab ditulis pada buku, ini salah satu cara mengikuti perkembangan zaman.

Hal yang baru tidak akan ada sebelum yang lama ada, seperti contoh di atas. Kitab suci yang kita jumpai sekarang tidak akan ada sebelum kitab dari bambu ada. Kita tidak akan lahir sebelum orang tua kita lahir. Hal ini sudah pasti dan harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, seperti kita menyesuaikan diri dengan teknologi yang berkembang saat ini. Pengajaran secara online yang kita laksanakan saat ini tidak akan ada, jika tidak ada pengajaran secara tatap muka di kelas, telepon, dan buku yang ditemukan sebelum ini.

Untuk dapat mengikuti perkembangan zaman, Agama Khonghucu harus dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan supaya dapat bermanfaat secara langsung untuk masyarakat. Tentu pengaplikasian ini bukan hal yang mudah karena harus memodifikasi ajaran yang ada untuk hal yang baru, tetapi ini sudah terlihat dan terlaksana saat ini. 

Ajaran Agama Khonghucu yang telah ada selama ribuan tahun yang lalu, dimodifikasi dan diterapkan pada berbagai macam ilmu yang digunakan manusia selama ini, seperti ilmu akupuntur, matematika, marketing, psikologi dan banyak ilmu lain lagi yang bersumber pada ajaran Khonghucu.

Contohnya, komputer yang ada saat ini bersumber dari kitab Yi Jing. Komputer dasarnya adalah angka nol dan satu, seperti Yi Jing yang bersumber pada Yin Yang, kemudian dikembangkan sehingga ada prosessor komputer 8bit, ini seperti Ba Gua dalam Yi Jing. Kemudian Komputer dikembangkan lagi sehingga menjadi 32bit dan 64 Bit. Ini seperti 64 hexagram dalam Yi Jing. 
Perkembangan komputer selalu kelipatan 8, seperti Yi Jing yang mengikuti perkembangan Delapan Gua (Ba Gua).

Penerapan Yi Jing yang lain adalah penerapannya dalam bidang kesehatan, yaitu akupuntur yang mempelajari 108 titik dalam tubuh manusia. Saat ini, akupuntur telah dikembangkan lebih jauh dalam ilmu kedokteran.

Contoh lain adalah ilmu psikologi yang ada saat ini, banyak bersumber pada kitab Si Shu tentang bagaimana membina diri dan menjadi manusia yang baik dan berguna untuk sesamanya. Misalnya, ajaran kitab Si Shu tentang bagaimana menjadi seorang luhur budi (Jun Zi) yang berguna bagi bangsa dan Negara.

Agama Khonghucu dikenal dunia sebagai ajaran filsafat. Hal ini benar karena Agama Khonghucu adalah filsafat yang agama, agama yang filsafat. Ajaran Agama Khonghucu lebih dikenal sebagai ajaran filsafat, karena dengan begitu orang yang beragama lain dapat memelajarinya tanpa harus berpindah agama. Hal ini membuktikan bahwa ajaran Agama Khonghucu adalah hal yang baik, sehingga orang yang beragama lain juga ingin mempelajarinya. Ajaran yang terdapat pada Agama Khonghucu dapat memecahkan banyak permasalahan yang ada pada zaman modern ini. Sebab, Agama Khonghucu mengajarkan manusia untuk membina diri, membahagiakan orang lain, dan berguna bagi bangsa dan Negara. Hal inilah yang banyak dan selalu menjadi masalah manusia di mana pun dan kapan pun di dunia ini

Dengan mempelajari Agama Khonghucu dan bersikap terbuka, kita berani bergaul dalam segala lingkungan membawa efek positif kepada diri sendiri dan lingkungan. Dengan tidak minder dan tidak inferior, kita tidak di bawah mereka, kita sejajar dengan mereka. Dengan berpikir terbuka dan mengikuti perkembangan zaman, maka kita akan berani melangkah untuk perkembangan diri, tidak putus asa, dan selalu mencari jalan keluar dalam permasalahan yang sedang kita hadapi dan belajar dari hal tersebut untuk masa mendatang.
    
Dq. Sonny Hermawan Suryadiputra  (Mahasiswa STIKIN)